alexametrics

ITS Beri Sertifikasi Halal Produk Dolly

22 Mei 2017, 01:36:14 WIB

JawaPos.com – Usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) Dolly bakal mendapat bantuan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Produk makanan dan minuman dari eks lokalisasi itu bakal mendapat sertifikasi halal versi ITS.

Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS Sabtu (20/5) menyambangi kantor Kelurahan Sawahan. Akan ada 13 penelitian untuk mengembangkan potensi Dolly. Salah satu yang paling ditunggu adalah sertifikasi halal.

Peneliti Departeman Kimia FMIPA ITS Randy Yusuf Kurniawan memaparkan, proses sertifikasi halal bakal berlangsung tiga bulan. Sertifikasi itu ditujukan untuk produk minuman rumput laut Dolly, Orumy. Setelah sukses, serifikasi bakal dilanjutkan untuk produk UMKM lain. ”Jangka panjangnya memang membantu produk-produk masyarakat lainnya,” kata dia.

Selama ini banyak produk UMKM yang tidak mencantumkan label halal. Sebab, biaya pelabelan itu tergolong cukup mahal. ”Nanti sertifikasi halal itu diterbitkan oleh pusat kajian halal ITS,” ujarnya.

Sebelum mendapatkan sertifikat halal, Orumy terlebih dahulu melewati rangkaian uji laboratorium. Akan dilakukan analisis kandungan minuman tersebut. Misalnya, natrium alginat, glukosa, karbohidrat, iodium, protein, hingga vitamin. Selain itu, kandungan mineral seperti kalsium, zat besi, serat, dan fosfor dianalisis. ”Seperti produk bermerek, kan pasti dicantumkan kandungannya,” lanjut mahasiswa semester VIII tersebut.

Selain itu, analisis kedaluwarsa perlu dilakukan. Tanpa tanda kedaluwarsa, konsumen bisa ragu membeli produk tersebut. Peneliti juga mencari cara agar produk itu bisa laku. Rencananya, kemasan botol 600 mililiter yang dipakai Orumy bakal diganti dengan cup. Rencananya, produk tersebut dikemas dalam gelas 220 mililiter dan 120 mililiter. ”Kemasan gelas kan jauh lebih murah ketimbang botol,” jelas Randy.

Ketua Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) ITS Setiawan punya tugas mengawal kegiatan tersebut. ”Ini akan jadi produk pertama yang mendapat sertifikasi halal dari ITS,” jelas pria asal Gresik itu.

Ada juga produk Samiler Jarak Dolly (Samijaly). Pembuatan kerupuk dari singkong itu sangat menggantungkan sinar matahari untuk pengeringan. Saat musim hujan, produksi dipastikan menurun. Karena itu, ITS bakal membuat mesin khusus untuk pengeringan singkong tersebut.

Biasanya, produk makanan dikeringkan dengan spinner atau mesin pemutar. Namun, mesin itu dirasa tidak cocok dengan samiler yang gampak remuk. Karena itu, ITS bakal mencari cara guna menemukan mesin yang pas untuk produksi samiler. Untuk masalah tersebut, ITS menyerahkannya ke jurusan teknik industri.

Irawan menceritakan, ITS sebagai kampus besar seharusnya memberikan pengharapan besar kepada warga Kota Surabaya. Kepala Dinas Sosial Soepomo pernah menyatakan bahwa keberadaan ITS tidak begitu dirasakan oleh warga Surabaya. ”Saya tergelitik dengan perkataan itu. Itu menggugah kami untuk berkontribusi bagi Surabaya,” papar pria 56 tahun tersebut.

Sementara itu, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinsos Surabaya Rosalia Retno Bintarti menyatakan, pemkot juga bekerja sama dengan Unair, Untag, dan UK Petra. Program tersebut dinamai Campus Goes to Kampung. ”Kampus-kampus ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan eks lokalisasi sesuai keahlian masing-masing,” ujarnya.

ITS berfokus pada penelitian yang bisa membantu UKM di eks lokalisasi Dolly. Sementara itu, Untag lebih pada pemberian pelatihan keterampilan usaha kepada warga. UK Petra punya program WC komunal dan mural. ”Kalau Unair memberikan pelatihan manajerial pembukuan,” jelas dia. (sal/c6/oni)

Editor : Suryo Eko Prasetyo


Close Ads
ITS Beri Sertifikasi Halal Produk Dolly