JawaPos Radar

Frontage Road Dolog Beres, Tinggal Wonokromo

21/11/2017, 19:11 WIB | Editor: Miftakhul F.S
Frontage Road Surabaya
AKHIRNYA: Satu bangunan yang tersisa di proyek pembangunan frontage road barat Surabaya akhrinya dirobohkan. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- Sumbatan frontage road (FR) di Dolog akhirnya benar-benar terbuka. Pemkot Surabaya berhasil membongkar satu rumah yang selama ini menghadang proyek FR.

Bangunan itu selama ini sulit dibongkar karena menjadi sengketa keluarga. Pembongkaran bisa dilakukan setelah proses konsinyasi di pengadilan negeri (PN) berakhir. Hasilnya, satu persil bangunan tersebut berhak mendapat ganti rugi dari pemkot sebesar Rp 2,2 miliar.

Dinas PU bina marga dan pematusan (DPUBMP) Surabaya mengerahkan dua alat berat untuk merobohkan satu bangunan tersebut. Pembongkaran diteruskan dengan penggalian tanah untuk pemasangan box culvert. ’’Akhire padang, Rek (Akhirnya terang, Rek),” kata Erna Purnawati, kepala DPUBMP Surabaya, ketika bangunan berhasil dirobohkan. Jalan frontage sisi barat pun langsung terlihat lebar. ’’Kalau begini kan nggak sumpek lihatnya. Los,” lanjutnya.

DPUBMP tidak ingin bersantai lagi. Sebab, waktu pengerjaan fisik tinggal tiga minggu. Kontraktor harus mempercepat pekerjaan. Kemarin terlihat ada yang menuntaskan pembangunan jalur pedestrian. Ada pula yang memasang box culvert. Hingga sekitar pukul 17.00 kemarin, pengerjaan fisik masih berlangsung. ’’Sudah tidak menunggu lagi. Langsung dikerjakan. Kalau sudah dibongkar, langsung kebut pengaspalan,” ujar Erna.

Dia menuturkan, pengerjaan fisik untuk menyelesaikan sisa lahan frontage road Dolog membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Panjang jalan yang masih harus diselesaikan sekitar 30 meter dengan lebar 24 meter. Itu termasuk jalur pedestrian selebar 4 meter. ’’Kontraktornya sudah menyanggupi. Tahun ini harus sudah beres,” ujarnya.

Dengan selesainya pembongkaran bangunan di Dolog, tugas pemkot kini tinggal menyelesaikan FR di ruas Wonokromo. Namun, pelebaran jalan belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, belum ada penetapan lokasi (penlok) dari pemprov. ’’Urusannya nanti pemprov sama bappeda (badan perencanaan dan pembangunan daerah),” katanya.

Setelah frontage road sisi barat tuntas, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya bersiap mengatur rekayasa lalu lintas. ’’Tinggal menunggu rekayasa di Jalan Raya Jemur Ngawinan,” kata Irvan Wahyudrajat, Kadishub Surabaya.

Irvan mengatakan, Jalan Raya Jemur Ngawinan akan menjadi jalur khusus menuju frontage road sisi timur. Dishub juga akan memasang traffic light di Jalan Jemur Handayani, tepatnya di depan kantor BRI, sebagai jalur putar balik. Sedangkan frontage road sisi barat tetap digunakan untuk jalur menuju Jalan Ahmad Yani. ’’Tidak ada perubahan untuk frontage road sisi barat,” terangnya.

Dishub juga sudah merancang jalur khusus sepeda di FR sisi barat. Selain itu, akan dibuat jalur angkutan trunk. Sebab, mulai awal tahun depan, trunk dioperasikan. ’’Kami memang menunggu frontage road di depan kantor dinkes ini selesai agar bisa dibuat jalur trunk,” terangnya.

(ayu/riq/c7/oni)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up