JawaPos Radar

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Korban Bom Bunuh Diri

21/05/2018, 17:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Korban Bom Bunuh Diri
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat upacara pemberian penghargaan kepada istri Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan penghargaan kepada keluarga korban bom bunuh diri yang terjadi di gereja dan Mapolrestabes Surabaya yang terjadi pekan lalu. Dimana penghargaan itu, diberikan kepada masyarakat yang meninggal karena mengorbankan dirinya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, penghargaan tersebut adalah tanda apresiasi keberanian korban atas aksi heroiknya. Termasuk korban dari anggota Kepolisian dan masyarakat yang sempat menahan laju bomber di pos penjagaan.

Menurutnya, jika korban tidak cepat tanggap, akan lebih banyak warga dan jemaat yang tewas. "Karenanya, kami beri penghargaan. Sebab, mereka memang berjuang," kata Risma ditemui wartawan di taman Surya, Senin (21/5).

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan Korban Bom Bunuh Diri
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi penghargaan kepada istri Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan mengungkapkan, untuk mengantisipasi kejadian tersebut tidak terjadi lagi, pihaknya akan terus lakukan pencegahan. Utamanya, penjagaan di sejumlah obyek vital selain gereja.

Selain itu, Rudi mengaku sudah memformulasikan cara ampuh dalam upaya deteksi dini adanya paham radikal. Hanya, dia tidak memaparkan secara rinci formula pencegahan apa yang akan diterapkan.

"Kami himbau kepada semua lapisan masyarakat, rapatkan barisan dan bersatu melawan radikalisme dan terorisme," kata Rudi.

Salah satu korban yang mendapatkan penghargaan yakni Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Penghargaan itu diberikan kepada istri korban. Moniq Dewi. Atas penghargaan yang diterimanya, Moniq Dewi pun merasa senang dan terharu.

Dia berharap, pengorbanan suaminya menjadi inspirasi bagi masyarakat. "Semoga, Bayu menjadi spirit baru bagi warga Surabaya. Kami sekeluarga akan meneruskan apa yang di cita-citakan Bayu," kata Moniq.

Saat ini, Moniq mengaku masih berjuang meneruskan hidup sebagai orang tua tunggal. Dia juga berharap, pihak kepolisian dapat segera memulangkan jenazah suaminya. Selain itu, dirinya juga menyatakan memaafkan keluarga pelaku bom.

"Tidak terbesit sedikit pun untuk dendam. Kami berdoa kepada korban dan pelaku supaya mendapat tempat yang terbaik (di Surga)," kata Moniq.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up