JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bulan Bakti Momen Mempersolid Ketahanan Perikanan

21 April 2017, 00:58:05 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Bulan Bakti Momen Mempersolid Ketahanan Perikanan
STAKEHOLDER: Dari kiri Putu Sumardiana, Muh Anwar, Widodo Sumianto, Winardi, dan D.J. Marjuni, serta, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Surabaya Justamadji (tidak terlihat dalam foto) saat pencanganan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan. (Suryo Eko Prasetyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Kelas I Surabaya tingkatkan konsolidasi. Momen Pencanangan Bulan Bakti Karantina, Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan 2017 menjadi ajang mendongkrak kinerja secara terpadu. Bersama aparat terkait, instansi yang berkantor di Raya Bandara Juanda itu berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat.

Kesadaran yang mereka bangun berupa pentingnya proses karantina dan mutu hasil perikanan. Sejumlah institusi turut dilibatkan balai di bawah Kementerian Kelautan Perikanan itu. Di antaranya Polda Jatim beserta jajaran polresta maupun polres, Lanudal Juanda, Lanud Surabaya, Pemprov Jatim hingga lingkungan dinas terkait tingkat provinsi sampai kabupaten/kota, dan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Surabaya.

''Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan ini serentak di seluruh UPT BKIPM se-Indonesia, termasuk yang di wilayah kerja Surabaya,'' ungkap Kepala Karantina Ikan dan Keamanan Hasil Perikanan Widodo Sumianto didampingi Kepala Balai KIPM Surabaya Putu Sumardiana seusai pencanangan Kamis (20/4) di kantor Raya Juanda.

Melalui kegiatan itu, diharapkan kinerja BKIPM terkait aktivitas perikanan masyarakat meningkat signifikan. Semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat diyakini membuat pelanggaran hukum di bidang itu dapat ditekan. Contohnya, percobaan penyelundupan baby lobster maupun benur ke luar negeri. Keberhasilan petugas menggagalkan pengiriman ilegal baby lobster ke Batam melalui Juanda pada Maret 2017 merupakan salah satu bukti sinergitas banyak pihak.

Aviation Security Angkasa Pura (AP) 1 Juanda yang menemukan kejanggalan langsung berkoordinasi dengan petugas BKIPM. Didukung pengamanan dari Satuan Tugas Pengamanan Pangkalan Udara TNI AL Juanda membuat penyelundup gagal melancarkan operandinya. Setelah dilimpahkan ke kepolisian, diharapkan penanganan perkara tersebut berlanjut ke pengadilan. ''Yang diperlukan di sini adanya deterence effect (efek penggetar) agar pelaku jera,'' tegas Widodo.

Di tempat yang sama, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Muh Anwar siap mengawal langkah pemerintah. Pihaknya terus menyidik keterlibatan jaringan lintas pulau dalam kasus tersebut. ''Kami siap membantu dalam penegakan hukum,'' tuturnya. Senada dengan Anwar, Asops Lanudal Juanda Letkol Laut (P) Winardi dan pamen Lanud Surabaya Mayor Kal Dwie Joko Marjuni dari unsur TNI AU berharap edukasi secara gencar ke masyarakat dapat membuat mereka berpikir konstruktif. (*/sep)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up