alexametrics

Beli Kartu e-Tol jelang Deadline Nontunai, PNS Ini Talangi Dulu

20 September 2017, 16:22:57 WIB

JawaPos.com – Pada Oktober, pembayaran tol dengan sistem nontunai berlaku di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga mobil berpelat merah.

Karena itu, pemkab sudah membuat aturan yang berlaku untuk semua instansi di pemkab. ”Secara umum, sistem baru itu tak terlalu berdampak signifikan,” kata Kabag Umum dan Perlengkapan Nanang Setyawan, Selasa (19/9).

Dia menambahkan, pembiayaan transaksi tol nontunai dibebankan ke seluruh instansi. Yakni, diambilkan dari anggaran perjalanan dinas. Bagaimana teknisnya? Nanti setiap pengguna kendaraan dinas terlebih dahulu membeli kartu pembayaran nontunai. Aturan tersebut berlaku untuk semua jenis kendaraan. Baik mobil dinas (mobdin) maupun kendaraan operasional. ”Pembelian kartunya ditalangi dulu oleh si pengguna,” ujarnya.

Pertanggungjawaban biaya tol disesuaikan dengan pengeluaran hari itu. ”Misalnya, dalam sehari, biaya habis Rp 30 ribu. Maka, dana sebesar itu yang bisa di-SPj-kan dengan bukti printout biaya tol,” ujarnya.

Menurut Nanang, sistem tersebut lebih simpel. Sebab, pengeluaran untuk keperluan perjalanan dinas tetap bisa terukur. Biaya tol tetap didasarkan pada pengeluaran riil. ”Makanya, kami tidak menyediakan anggaran khusus untuk pembelian kartu tol. Memang, awalnya agak memberatkan karena harus beli kartu dulu,” katanya.

Saat ini sosialisasi penerapan sistem tol nontunai sudah berlangsung. Tak terkecuali di Gresik. Di antaranya, di tol Surabaya–Gresik gerbang Kebomas serta Manyar. Selain papan pengumuman, di sana ada penjual kartu tol otomatis.

Editor : admin

Reporter : (ris/c7/dio)


Close Ads
Beli Kartu e-Tol jelang Deadline Nontunai, PNS Ini Talangi Dulu