Sepekan Pascateror, Gubernur, Kapolda dan Pangdam Tinjau Gereja

20/05/2018, 10:33 WIB | Editor: Budi Warsito
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bersama Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin dan Pabgdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman melakukan peninjauan terhadap beberapa Gereja, Minggu (20/5) pagi. (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sepekan pascateror bom bunuh diri yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo bersama Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman melakukan peninjauan terhadap beberapa Gereja, Minggu (20/5) pagi.

Salah satu yang dikujungi yakni, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. Dimana pada pekan lalu, gereja tersebut merupakan salah satu lokasi terjadinya bom bunuh diri. Selain itu, mereka juga mengunjungi Gereja Kristen Indonesia (GKI) Ngagel Jaya Utara, Gereja Hati Kudus Yesus dan Gereja Katolik Santo Yakobus.

Soekarwo mengatakan, kerjasama antar lembaga terutama aparat kemanan, baik dari unsur Kepolisian maupun TNI telah berhasil meyakinkan masyarakat terkait kondisi keamanan di Jawa Timur. Hal itu terlihat, aktivitas keagamaan di semua Gereja berjalan sebagaimana biasanya.

"Nampak tadi masyarakat yang ke Gereja, dalam rangka kegiatan agama, stabil, tidak ada perubahan," kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo, disela kunjungannya.

Sementara itu, Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin mengungkapkan, kunjungan ini dalam rangka memastikan kesiapan para anggota melakukan penjagaan. Namun, dari kunjungan kali ini, lanjut Machfud, Jawa Timur, terutama wilayah Surabaya sudah benar-benar kondusif. Aktivitas keagamaan sudah berjalan normal meski harus melalui penjagaan yang ketat.

"Anggota pagi-pagi sudah siap di lapangan. Bukan hanya anggota TNI Polri saja, tetapi juga ada unsur-unsur yang lain ada Banser, Satpol PP bahkan Pramuka yang pakai jilbab juga turut membantu," kata Machfud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pastur yang memimpin kebaktian di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel, Kurdo Irianto. Menurutnya, suasana peribadatan di Gerejanya sudah benar-benar pulih.

Namun, ia tidak memungkiri masih ada beberapa Jamaat yang masih trauma atas teror pada Minggu kemarin. "Pagi Jamaat sudah banyak, seperti biasa. Trauma pasti ada, tapi tidak terlalu," tuturnya.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi