JawaPos Radar | Iklan Jitu

GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah

20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah
Sejumlah Linmas melakukan pengamanan dan pemeriksaan barang bawaan jemaat GKI Diponegoro dengan alat metal detector. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sejumlah gereja melaksanakan ibadah Minggu sesuai jadwal yang telah ditentukan, Minggu (20/5). Namun, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuno, mengurangi jadwal ibadah dari empat, menjadi hanya dua kali. Yakni, pada pagi dan sore hari.

Menurut pantauan JawaPos.com, GPPS menggelar ibadah pertama pukul 06.00 WIB. Lokasinya, di area belakang gereja. Tepatnya, di Jalan Bromo. Sebanyak 1.500an jemaat menghadiri ibadah tersebut.

Pimpinan GPPS Arjuno Pendeta Yonathan Biantoro Wahono mengatakan, ada sejumlah pertimbangan atas pengurangan jadwal ibadah tersebut. Pertama, hal itu dikarenakan, gedung gereja belum sepenuhnya dapat berfungsi seperti semula.

GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah
Banser NU melakukan pengamanan dan pemeriksaan barang bawaan jemaat GKI Diponegoro (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Sehingga lanjutnya, kapasitas gereja pun terbatas. Jemaat terpaksa melaksanakan ibadah Minggu di area belakang gereja. Kedua, beberapa jemaatnya masih trauma pasca aksi pemboman. Karena, aksi keji itu terjadi saat peralihan jadwal ibadah.

"Jadi kejadiannya (pemboman) itu saat peralihan. Ada dua korban dari jemaat yang waktu itu sedang menunggu jadwal ibadah kedua," kata Yonathan ditemui JawaPos.com, Minggu (20/5).

Meski di gelar di belakang gereja, Yonathan tetap mengerahkan tenaga pengamanan internal gereja. Sebanyak 50 mahasiswa Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya dan Pemuda Kristen Surabaya membantu pengamanan ibadah di gereja itu.

Pihaknya juga terbantu dengan pengamanan dari sejumlah polisi dan personil Linmas Surabaya. "Ibadahnya lancar. Karena justru jemaat sendiri yang meminta agar ibadahnya digelar lagi," kata Yonathan.

Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M Zulkifli mengimbau, jemaat agar tidak perlu khawatir. Pihaknya sudah menerjunkan pasukan di sejumlah gereja di Surabaya.

Terutama, di gereja yang menjadi lokasi pemboman. Pasukan tersebut, lanjutnya, akan secara permanen berjaga di area luar gereja. Hingga situasi dan kondisinya sudah stabil.

"Kalau situasinya sudah kondusif (personilnya) akan kami kurangi sedikit. Tapi tidak akan kami cabut," kata Zulkifli.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya memang sudah rutin melakukan penjagaan. Melalui koordinasi dengan polsek-polsek, Polisi akan terus melakukan penjagaan semua gereja saat jemaat menggelar ibadah.

"Seperti biasanya kami hadir untuk pengamanan setiap kegiatan. Nah ibadah di gereja ini salah satunya. Supaya jemaat nyaman dalam beribadah," kata Rudi.

Editor           : Budi Warsito
Reporter      : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Usai Diguncang Bom, 2 Gereja Kembali Aktif 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Gereja STMB Maafkan Pelaku Pengeboman 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Sri Sudah Pesan Untuk Dimakamkan di Solo 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
FKUB Aceh Kutuk Teror Bom di Surabaya 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
MUI Jatim: Terorisme Bukan Ajaran Islam 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Gubernur Jatim: Jangan Takut Terorisme 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Pasca Bom, KBS Tetap Ramai Pengunjung 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Puti Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya 20 Mei 2018, 12:48:59 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up