JawaPos Radar

Polisi Menyamar Driver Ojek Online, Tembak Mati Residivis Curanmor

19/09/2017, 18:40 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polisi Menyamar Driver Ojek Online, Tembak Mati Residivis Curanmor
11 polisi menyamar menjadi sopir ojek online dan berhasil menembak mati pelaku curanmor (Dida Tenola/ Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pistol polisi menyalak Selasa siang (19/9). Tembakan tersebut mengirim pria berinisial MU ke akhirat. Residivis kambuhan itu ditembak mati sesaat setelah mencuri sepeda motor di Jalan Pemuda, Surabaya.

Gerak-gerik pria asal Semampir, Surabaya tersebut sudah dikuntit sejak tiga bulan lalu. Untuk mengintai pelaku, Unit Reskrim Polsek Genteng sampai menyamar sebagai pengemudi gojek online. Dari pantauan JawaPos.com di ruang jenazah RSUD dr. Soetomo terlihat sembilan orang reserse yang mengenakan jaket gojek maupun uber.

"Ini memang bagian dari penyamaran. Kami apresiasi untuk kerja anggota di lapangan yang selalu punya cara untuk melawan kejahatan 3C," tegas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard M. Sinambela kepada wartawan.

Polisi Menyamar Driver Ojek Online, Tembak Mati Residivis Curanmor
Pelaku curanmor yang tewas ditembak polisi (Dida Tenola/ Jawapos.com)

Leonard memaparkan, pihaknya memang sengaja memancing pelaku. Caranya dengan menyiapkan sepeda motor yang bensinnya terbatas. Benar saja, sekitar pukul 12.25 WIB, MU terlihat mendekati sepeda motor tersebut. Dia lantas merusak kunci kontak kemudian membawanya kabur.

Melihat umpannya berhasil diembat tersangka, polisi membuntutinya dari belakang. Tidak sampai 100 meter berjalan, mesin motor tersebut mati. Saat itulah polisi menendang tersangka hingga terjatuh. "Meski sudah terkejar, pelaku rupanya mencoba melawan. Dia mengeluarkan sebilah parang dari balik jaketnya," tambah Leonard.

MU langsung mengacungkan parang tersebut ke arah polisi. Dia juga berusaha menyabetkannya berulang kali, namun meleset. Tak ingin mengambil resiko dan dianggap membahayakan, polisi menembak kaki pria berusia 34 tahun tersebut.

Namun peluru yang bersarang di kaki MU ternyata tak membuatnya menyerah. Dia tetap berusaha menyabet polisi dengan parang yang dibawanya. Akhirnya, Dor! Kali ini tembakan polisi tepat bersarang di dada MU hingga tewas.

Leonard menjelaskan, MU adalah residivis curanmor kelas kakap. Dia baru menghirup udara segar setelah bebas dari penjara bulan Mei lalu. Berdasar data yang dimiliki polisi, MU pernah ditangkap Polsek Wonocolo tahun 2015 lalu. "Di wilayah Genteng sendiri ada delapan TKP," sebut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000 tersebut.

Dari tangan tersangka, korps berseragam cokelat mengamankan barang bukti berupa parang sepanjang 40cm, dua buah mata kunci berbentuk runcing, sebuah kunci pas ukuran 8, dan sebuah kunci duplikat yang dipakai untuk menyamarkan rumah kunci motor yang dirusak sebelumnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up