JawaPos Radar

Teror Bom Kuatkan Hubungan Antarumat Beragama

19/05/2018, 09:49 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Komunitas Lintas Agama
Ratusan Komunitas Lintas Agama di Surabaya berdoa bersama di Gereka Kristen Indonesia, Jalan Diponegoro, Surabaya. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat Surabaya lintas agama berkumpul di Gereja Kristen Indonesia (GKI), Jalan Diponegoro 146, Jumat (18/5). Sekitar 600 orang berkumpul dalam upaya konsolidasi dan penguatan rasa persaudaraan usai teror bom.

Mereka yang hadir di GKI Diponegoro tak hanya umat Kristen dan Katolik. Sejumlah perwakilan umat Muslim, Hindu, dan Konghucu juga hadir. Antara lain Jaringan Islam Anti-Diskriminasi (JIAD), perwakilan Gereja Santa Maria Tak Bercela, dan Parisada Hindu Bali.

Ketua Majelis Jemaat GKI Diponegoro Daniel T Hage mengapresiasi dukungan dari masyarakat lintas agama. Menurutnya, Indonesia khususnya Surabaya terlalu kuat untuk diadu domba melalui teror bom.

Karena masyarakat Surabaya sudah lama membina hubungan baik dengan umat dari berbagai agama. "Kami ingin menyuarakan bahwa Indonesia itu satu," kata Daniel kepada JawaPos.com.

Serangan bom beberapa hari lalu, tidak memunculkan stigma buruk terhadap agama apa pun. Termasuk Islam. Menurutnya, serangan teror itu hanya ulah segelintir oknum yang ingin merusak kebersamaan. "Justru dengan serangan bom, hingga hari ini hubungan antarumat beragama di Surabaya semakin kuat," kata Daniel.

Ketua JIAD Aan Anshori menambahkan, acara tersebut digelar untuk meluruskan kesalapahaman antarumat beragama. Terutama Islam dan Kristen. Sebab ada upaya adu domba antara Islam dan Kristen melalui teror bom yang terjadi di Surabaya.

Aan menegaskan, teroris ingin menumbuhkan kecurigaan umat Kristen terhadap Islam. Karenanya, acara konsolidasi tersebut adalah upaya untuk menunjukkan bahwa teror bom hanya ulah segelintir oknum.

Dia berharap Jatim dapat menjadi benchmark dan contoh toleransi di Indonesia. "Justru serangan bom itu semakin menguatkan konsolidasi semua elemen dan teman lintas agama di Jawa Timur untuk melawan terorisme," tegas Aan.

(ce1/HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 19/05/2018, 09:49 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 19/05/2018, 09:49 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up