alexametrics

Putar Otak soal Jalan Rusak, Bongkar Aspal dan Buat Jalan Baru

19 Januari 2017, 17:48:02 WIB

JawaPos.com – Kerusakan Jalan Kalianak hingga Osowilangun menyita perhatian Pemprov Jatim. Rabu (18/1) pagi Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf melihat kondisi jalur tengkorak di pesisir utara Surabaya tersebut. Di tempat itu, dia mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim sedang mencari cara untuk membantu pengelolaan jalan nasional tersebut.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, datang tepat pukul 05.00. Belum banyak kendaraan yang melintas. Matahari pun belum sepenuhnya terbit. Setelah turun dari mobil, dia langsung menuju Jalan Kalianak 55, lokasi kerusakan terparah. Letaknya tepat berada di jalur masuk pergudangan. Aspal jalan mengelupas membentuk kubangan. Gilasan ban truk yang saban hari keluar masuk membuat aspal ”lembut” dan lenyap.

Sebelum Gus Ipul datang, ada pekerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII yang mulai mempersiapkan perbaikan jalan. Alat roller compactor atau perata aspal memekakkan telinga. ”Saya datang untuk memastikan pemerintah bekerja,” kata Gus Ipul sedikit berteriak.

Jalan Kalianak jelas bukan kewenangan provinsi. Namun, ada rencana mengalokasikan anggaran untuk membantu jalan-jalan nasional. Tapi, muncul kekhawatiran niat membantu itu malah jadi buah simalakama atau tersangkut masalah hukum.

”Pakde (Gubernur Jatim Soekarwo, Red) sudah kirim surat ke Kajati dan ke Kapolda. Bisa enggak ini mekanismenya? Kami masih khawatir,” jelas pria kelahiran 28 Agustus 1964 itu.

Hingga kini provinsi belum pernah memberikan bantuan ke pemerintah pusat. Sebab, aturan itu tidak tercantum dalam mekanisme bantuan keuangan yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Dalam aturan tersebut, provinsi boleh memberikan bantuan kepada kabupaten/kota atau desa/kelurahan. ”Nah, kalau ke pusat, itu yang masih kami cari tahu. Apa memungkinkan?” ujar Wagub asal Pasuruan tersebut.

Gus Ipul juga meminta BBPJN VIII menyediakan anggaran masa transisi. Anggaran itu disediakan saat masuk titik puncak musim hujan pada akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Pada momen tersebut, memang tidak dimungkinkan lelang. ”Lelang baru bisa Februari. Sedangkan jalannya sudah mrotholi (hancur, Red). Dalam kondisi ini, anggaran harus siap,” lanjutnya.

Alokasi anggaran pada masa transisi itu dilakukan Pemprov Jatim sejak 2013. Dana Rp 200 miliar disediakan untuk jaga-jaga. Perbaikan ditangani secara swakelola. Tanpa melalui lelang. Dengan demikian, jalan Provinsi Jatim sepanjang 1.400 km bisa selalu diperbaiki.

Kalianak Akan Dibeton

Herlambang Zulfikar, pejabat pembuat komitmen (PPK) Metropolis 1 (Surabaya–Gresik) BBPJN VIII, membenarkan bahwa perbaikan jalan saat ini dilakukan secara ngos-ngosan. Menjelang akhir dan awal tahun, anggaran sangat tipis. ”Ini pun kita cari-cari bagaimana caranya dapat aspal untuk nambal,” ujarnya, lalu menunjuk lubang yang sedang diperbaiki.

Dia menjelaskan, dana yang disediakan untuk Metropolis 1 pada 2017 hanya Rp 45 miliar. Dari jumlah itu, anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya Rp 5 miliar. Itu jelas tergolong kecil untuk mengelola jalan sepanjang 61 km di dua kota.

Pada 2017, perbaikan terbesar dilakukan di Kalianak. Jalur itu mendapat penanganan berbeda dari jalur lainnya. Kalianak bakal dibeton. Jalan lain hanya diaspal. Beton bakal terpasang mulai dari Jalan Kalianak 51 hingga 55. Di bawah beton tersebut akan dibangun saluran air. Ya, selama ini saluran air yang ada tidak tersambung ke sungai. Air mengalir deras dari barat menuju Sungai Kalianak melalui jalan raya. Perkampungan di dekat jembatan pun kebanjiran.

Selama ini kerusakan di Jalan Kalianak dianggap menjadi pemicu kerusakan di jalan lain. Karena Jalan Kalianak rusak parah, terjadi penumpukan kendaraan dari dua arah. Yaitu, Jalan Gresik di sebelah timur dan Jalan Greges di sebelah barat. Penumpukan kendaraan berarti kendaraan berjalan perlahan. Semakin pelan kendaraan, semakin besar tekanan ke aspal. Tekanan semakin tinggi saat kendaraan mandek. ”Kayak sampean kalau dipijat di satu tempat, pasti sakit kan?” ujar pria yang belum genap sepekan menjabat PPK Metropolis 1.

Dia lalu menunjuk kendaraan-kendaraan yang lewat. Dihitungnya gandar (sumbu atau poros) roda di setiap truk itu. Setiap gandar roda memiliki tugas menopang 10 ton. Ada yang memiliki dua gander, namun muatannya kontainer besar. ”Nah, yang seperti itu jelas melanggar. Seharusnya, hanya 20 ton, bisa-bisa mengangkut 50 ton,” jelasnya.

Selain Jalan Kalianak, Jalan Osowilangun tak kalah parah. Untuk memperbaikinya, Herlambang berjanji membawa dua tim secara langsung. Dengan begitu, kondisi jalan bakal normal sembari menunggu proyek pengerjaan yang dimulai awal Februari. (sal/aji/kik/c7/dos/sep/JPG)

Editor : Suryo Eko Prasetyo



Close Ads
Putar Otak soal Jalan Rusak, Bongkar Aspal dan Buat Jalan Baru