JawaPos Radar

Pemerintah Santuni Keluarga Korban dan Anak Pelaku Bom

18/05/2018, 18:00 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemerintah Santuni Keluarga Korban dan Anak Pelaku Bom
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI Nurul Farijati (dua dari kiri) usai mengunjungi korban dan keluarganya di RS Bhayangkara, Polda Jawa Timur. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyantuni keluarga korban dan anak pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Penyerahan itu dilakukan dilakukan oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI Nurul Farijati. Ia mengatakan, total santunan yang akan mereka berikan sebesar Rp 345 juta. Jumlah tersebut akan dibagikan kepada masing-masing keluarga korban.

Nurul menjelaskan, pihaknya akan menyantuni 13 korban tewas dan 30 lainnya yang luka. Bagi korban luka, perorangnya akan mendapatkan santunan sebesar Rp 15 juta. Sedangkan untuk korban tewas jumlah santunan maksimal sebesar Rp 5 juta.

"Bagi keluarga korban yang tewas, santunan akan diserahkan setelah jenazah teridentifikasi dan pulang ke keluarganya. Kami ingin pastikan dahulu berapa korban luka dan yang tewas," kata Nurul ditemui wartawan di RS Bhayangkara, Jumat (18/5).

Lebih lanjut, Nurul mengatakan, bantuan tidak hanya berupa dana tunai. Bantuan ada juga yang berpa hal lainnya, yakni berupa dukungan moril dan upaya traumatic healing. Layanannya dilakukan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos.

Pendampingan korban dan keluarganya, tak hanya korban usia dewasa. LDP tersebut juga melayani pemulihan psikis untuk korban anak. Salah satunya, Tim LDP di Rusunawa Wonocolo.

Tim itu, memberikan pendampingan kepada 100 anak yang tinggal di rusunawa dan ibunya. Layanan yang diberikan dalam bentuk ruang baca, pendidikan keagamaan, trauma healing.

Ada juga kegiatan mewarnai, menggambar, fun games, olahraga untuk anak korban. "Hari ini kami cek ke Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo," kata Nurul.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up