JawaPos Radar

Pihak Keluarga Protes Polisi Tunda Pemulangan Jenazah Bayu

17/05/2018, 22:30 WIB | Editor: Budi Warsito
Pihak Keluarga Protes Polisi Tunda Pemulangan Jenazah Bayu
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera saat bertemu Yossy Martono (baju hitam) dan anggota keluarga lainnya bahas soal jenazah Bayu. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardhana, korban bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela mendatangai Polda Jawa Timur, Kamis (17/5). Mereka melontarkan kekecewaanya karena belum dapat menjemput jenazah Bayu.

Adik Sepupu Bayu, Yossy Martono mengatakan, pihaknya kecewa atas kesimpang-siuran informasi yang mereka peroleh. Menurutnya, Polisi perlu memastikan kapan pihak keluarga dapat langsung menjemput jenazah Bayu.

"Kalau memang Polisi belum dapat menyerahkan jenazahnya, jangan disampaikan (menginformasikan). Karena kami juga harus melakukan persiapan," kata Yossy. 

Pihak Keluarga Protes Polisi Tunda Pemulangan Jenazah Bayu
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera saat bertemu Yossy Martono (baju hitam) dan anggota keluarga lainnya bahas soal jenazah Bayu. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Meski demikian, Yossy mengaku masih berharap dapat menjemput jenazah Bayu secepatnya. Dia mengaku, akan terus tunggu kabar dari tim disaster victim investigation (DVI). Karenanya, Yossy berharap ada kepastian dari Kepolisian, yang memperbolehkan pihak keluarga menjemput jenazah Bayu. 

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Machfud Arifin mengatakan, kondisi jenazah Bayu yang hancur cukup menghambat kerja Tim DVI. Karenanya, Tim DVI pun masih melakukan upaya pencocokan DNA. 

"Kemungkinan hari ini tes DNA nya selesai. Meski, jenazahnya enggak utuh," kata Machfud kepada wartawan Mapolda Jatim. 

Tak hanya jenazah Bayu yang belum dapat dipulangkan. Saat ini, ke-13 jenazah pelaku juga belum dijemput keluarganya. Padahal, jenazah-jenazah itu sudah melalui proses identifikasi dan penyidikan. 

Polisi, juga sudah mengkomunikasikan perkembangan itu kepada keluarga pelaku. Karenanya, pihak kepolisian menyatakan proses pengambilan jenazah terbatas hingga 3 hari kedepan.

Jika sampai melebihi batas waktu tersebut, pihak Polda Jawa Timur akan langsung memakamkan jenazahnya. Prosesi pemandian dan pengkafanan jenazah juga akan dilakukan pihak Polda Jawa Timur.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up