JawaPos Radar

ENJOY DELTA

Berburu Kuliner Malam Kota Delta, Sate Barongan Jujugan Artis–Pejabat

16/06/2017, 21:35 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Berburu Kuliner Malam Kota Delta, Sate Barongan Jujugan Artis–Pejabat
SEBELUM DIBAKAR: Ribut Wahyudi memotong daging kambing muda yang akan dibuat sate kambing Barongan di Sepanjang, Taman, Sidoarjo. (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

LAPAR saat malam? Tak perlu bingung mencari tempat makan. Terdapat beberapa tempat kuliner yang recommended di Sidoarjo. Di antaranya, Sate Barongan dan Warung Tambak Permisan yang sudah kesohor namanya.

Berburu Kuliner Malam Kota Delta, Sate Barongan Jujugan Artis–Pejabat
BUKA 24 JAM: Fadkhur membakar sate kambing pesanan pembeli. Warung Sate Barongan di Sepanjang ini bisa dituju ketika lapar saat malam. (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

BERBURU kuliner enak tengah malam juga bisa dilakukan ketika melintas di daerah Sepanjang, Kecamatan Taman. Carilah Sate Barongan. Lokasinya berada di Jalan Raya Wonocolo. Tak jauh dari Pasar Sepanjang. Tempat makan itu berciri khas sebuah rombong kuning. Di sampingnya ada alat pembakaran sate. Rombong tersebut bertulisan Buka 24 Jam.

Menginjak pukul 23.00 pun, rumah makan tersebut malah banyak pembelinya. Salah satunya, Ika Setiana dan suami, Anam Hendra Wijaya. Keduanya adalah warga Desa Medaeng, Waru. Baik Ika maupun Hendra kompak memesan seporsi sate kambing muda plus dua mangkuk gulai. ”Kalau satenya bagi-bagi saja. Gulainya jangan, kurang,” kata Ika.

Dia mengaku sangat memfavoritkan gulai di Sate Barongan. Menurut dia, kuah santannya terasa pas di lidah. Dan yang paling penting adalah pengolahan daging kambingnya. ”Nggak ada bau sama sekali. Terus dagingnya lembut, tidak alot,” ungkapnya. Keduanya tampak lahap menyantap hidangan mereka.

Tak hanya bernuansa warna kuning yang begitu kental. Dekorasi rumah makan dengan ornamen bergambar hutan bambu bisa ditemukan di ruang tengah. Salah seorang pekerja Sate Barongan, Ibnu Mashud, mengatakan, ada filosofi di balik gambar-gambar tersebut. ”Dulu sini itu barongan. Alas pring (hutan bambu, Red). Jadi disebut Sate Barongan sampai seterkenal ini,” paparnya.

Eksistensi Sate Barongan memang tak perlu dipertanyakan. Banyak foto dokumentasi yang jadi bukti banyaknya tamu spesial yang pernah datang ke sana. Misalnya, Bondan Winarno, Ikke Nurjanah, sampai beberapa foto pejabat, termasuk Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf dan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. ”Ya makan di sini. Kan warungnya yang asli ini,” lanjut Ibnu yang notabene adalah sahabat karib sang pemilik Sate Barongan, Husni Anwar.

Dalam sehari, rumah makan Sate Barongan bisa mengolah 15–18 kambing muda. Kalau diolah menjadi sate, potongan daging minimal bisa menghasilkan 2.000 hingga 3.000 tusuk. Sebab, rumah makan itu buka 24 jam tanpa henti, berlaku sistem sif. Selain Ibnu, pekerja yang sedang sif malam saat itu adalah Aang Arifki dan Sugiantoro. Ditambah Ribut Wahyudi yang dipercaya sebagai ”tangan kanan” Husni.

”Di sini sudah banyak pelanggan. Kalau yang suka beli malam, ya beli malam terus,” ujar Ribut. Karena itu, mereka memutuskan tidak mengganti-ganti sif kerja. Supaya pelanggan yang sudah akrab merasa nyaman. Selain itu, Sugiantoro yang bertubuh kekar sengaja ditaruh pada sif malam supaya bisa mengamankan warung juga. ”Wah, jaga sendiri juga pernah,” celetuknya.

Saking akrabnya, mereka selalu bekerja dengan penuh canda tawa. Bagaimana tidak, dalam sehari, mereka akan berjumpa setidaknya delapan jam. ”Sepi ya pernah. Kalau pas begitu, ya nyetel lagu joget bareng,” kata Ribut. (via/c25/ai)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up