JawaPos Radar

Cerita Korban Bom di Polrestabes Surabaya (2)

Sebelum Pengebom Datang, Anjing K-9 Terus Menggonggong

15/05/2018, 15:15 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bom di Polretabes Surabaya
Briptu Dimas Indra saat menceritakan ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya kepada rekan-rekannya. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Briptu Dimas Indra masih terduduk lemas di atas ranjang Ruang Teratai RS Bhayangkara saat JawaPos.com menemuinya, Selasa (15/5) siang. Dimas mengenakan kaos biru dongker bertulis All You Need is Love, yang merupakan salah satu judul lagu band legendaris asal Liverpool, Inggris, The Beatles.

Dimas mengaku masih terbayang-bayang teror bom bunuh diri yang menyerang Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi. "Meskipun pelaku itu ketutupan kaca helm, saya masih bisa mengingat betul wajahnya," tutur Dimas.

Saat teror terjadi, posisi Dimas berada di dalam Maporestabes Surabaya setelah pos penjagaan atau sedikit di depan motor pertama milik pelaku yang mau masuk. Ketika itu, Dimas membawa senjata laras panjang.

Sebelum pelaku datang, Dimas sudah merasakan sesuatu yang janggal. Anjing K-9 yang berada di samping pos penjagaan terus menggonggong. Mungkin itu adalah insting alamiah hewan. "Sekitar 10 menit sebelum pelaku datang, anjing itu terus menggonggong. Sebelumnya nggak ngapa-ngapain," bebernya.

Saat dua motor pelaku hendak masuk melalui samping kiri mobil Toyota Avanza warna hitam, petugas penjagaan sebenarnya sudah menyuruh mereka berhenti. Namun mereka terus maju sampai batas palang gerbang masuk. Saat melihat motor pelaku dari kejauhan, Dimas sudah curiga.

Akhirnya ledakan bom pun terjadi. Dimas sempat terpental sebelum akhirnya bangkit lagi. Dia mengambil posisi menjauhi sumber ledakan. "Yang saya agak nyesel itu, nggak sempat membantu Afan (Bripda Ahmad Maufan, red). Dia masih tergeletak setelah bom meledak," tambahnya.

Setelah berlari agak menjauh, Dimas sebenarnya sudah mengokang senjata laras panjangnya. Dia lantas membidik mobil Toyota Avanza. Saat itu Dimas tidak tahu bom berasal dari kendaraan yang mana. Reaksinya dilakukan secara spontan dengan menyiapkan senjata untuk berjaga diri.

Beruntung niat untuk membidik mobil tersebut urung dilakukan. Sebab Dimas mendapat perintah untuk menahan tembakan. Belakangan diketahui mobil tersebut juga salah satu korban yang ingin mengunjungi Mapolrestabes Surabaya.

Setelah menahan tembakan, Dimas kemudian berbicara dengan Kabagops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo yang berada tak jauh dari lokasi. "Komandan mohon izin, belum ada ambulans. Sebaiknya datangkan ambulans karena teman-teman itu masih bergerak," ucap Dimas mengulangi perkataannya kepada Bambang.

Tak berselang lama setelah itu, Dimas pingsan. Usai menjalani perawatan, kondisinya sudah membaik. Dia tidak mengalami luka. Hanya memang masih shock. "Karena serpihan ledakan itu larinya ke belakang motor. Saya di depannya," paparnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up