JawaPos Radar

Gereja STMB Maafkan Pelaku Pengeboman

15/05/2018, 13:29 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gereja Santa Maria Tak Bercela
Pastur Rekan Paroki Gereja Santa Maria Tak Bercela Aloysius Widyawan saat ditemui JawaPos.com di dalam ruang gereja, Selasa (15/5). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) tidak memendam kebencian meski menjadi sasaran bom bunuh diri. Melalui surat pernyataan yang beredar melalui whatsapp, pihak gereja sudah memaafkan aksi teror tersebut.

Pastur Rekan Paroki Gereja SMTB Aloysius Widyawan membenarkan beredarnya surat pernyataan tersebut. Pihaknya merilis surat sebagai langkah awal menanggapi arus pemberitaan terkait aksi pengeboman.

"Kami buat surat itu saat kami belum siap berhadapan dengan media. Kami harus menata diri dahulu," kata Aloysius ditemui JawaPos.com di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Selasa (15/5).

Aloysius mengatakan, pihak gereja sudah memaafkan pelaku dan keluarganya. Pelaku juga merupakan korban dari pemahaman dan idelogi yang salah. "Siapa yang mencekoki mereka dengan itu (paham radikal dan kekerasan). Hingga mereka memilih jalan seperti itu. Mereka korban. Maka kami juga harus memaafkan dan berdoa bagi mereka," kata Aloysius.

Gereja SMTB memang baru hari ini secara terbuka mengeluarkan statement tersebut. Sebab pihak gereja perlu melakukan pemulihan trauma setelah aksi pengeboman.

Aloysius sempat mengkoordinir kegiatan misa saat sore usai pelaku meledakkan diri di pintu masuk. Pihak gereja menggelar ibadah tersebut sebagai upaya memulihkan kondisi jemaat. "Tapi memang terbatas. Kami utamakan jemaat yang selamat dan masih trauma usai aksi bom bunuh diri pada pagi harinya," imbuhnya.

(HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 15/05/2018, 13:29 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 15/05/2018, 13:29 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up