JawaPos Radar

Cerita Korban Bom di Polrestabes Surabaya (3)

Bom Meledak setelah Pelaku Membunyikan Klakson

15/05/2018, 15:34 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bom di Polretabes Surabaya
Brigadir Balok Dirgantara mengacungkan jempol saat dijenguk rekan-rekannya di RS Bhayangkara. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Nama Brigadir Balok Dirgantara sebenarnya tidak masuk ke dalam empat nama polisi terluka yang dirilis oleh Polda Jatim. Banyak yang tidak tahu bahwa posisi Balok saat kejadian begitu dekat dengan pelaku. Dia berada di belakang motor kedua yang ditunggangi dua orang.

Mengenakan kemeja warna putih serta celana kain hitam, raut wajah Balok sudah semringah. Senyumnya merekah. Saat JawaPos.com masuk ke dalam kamar perawantannya, Balok sedang mengobrol dengan Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni.

Meskipun kaki kirinya masih terbalut perban, anggota Unit Tipikor Satreskrim Polrestabes Surabaya itu mampu menceritakan detik-detik sebelum pelaku meledakkan diri di pos penjagaan. "Saya itu habis sarapan, mau masuk ke dalam. Dua motor itu tiba-tiba nyelonong masuk," ceritanya kepada JawaPos.com.

Bom di Polrestabes Surabaya
Sebuah mobil mengalami kerusakan terkena ledakan bom di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5). (Moh Mukit/JawaPos.com)

Menurut Balok, kedua motor itu berjalan cepat memasuki sela-sela kiri mobil Toyota Avanza. Balok merasa beruntung karena motor pelaku lebih cepat. "Coba kalau agak pelan sedikit, terus saya jalan di sampingnya, mungkin kondisi saya lebih parah," ujarnya.

Sesaat sebelum dua motor masuk, polisi di pos penjagaan sudah memerintahkan mereka berhenti. Dari kejauhan, pelaku teror yang terdiri atas satu keluarga itu seperti sudah siap untuk menerobos masuk.

Balok mengungkapkan, motor yang berada di paling depan sempat membunyikan klakson. Motor itu dikendarai Tri Murtiono. Tri tidak menekan klaksonnya panjang. Melainkan putus-putus. "Jadi dia ngebel tiiitt... tiiitt... tiitt... tiitt, begitu. Setelah dihadang, terus meledak," lanjut Balok.

Balok sempat melihat para pelaku membawa kardus di bagian tengah. Dua motor itu sama-sama membawa kardus. Kuat dugaan, bom dimasukkan ke dalam kardus. Setelah bom meledak, Balok mengambil jarak.

Kini, Balok sudah menunjukkan progres pemulihan yang positif. Saat hendak difoto wartawan, dia tak sungkan mengacungkan jempolnya. Balok ingin mengisyaratkan bahwa kondisinya sehat. Sebagai abdi negara, dia sama sekali tidak gentar dengan serangkaian teror yang telah terjadi. Balok tetap bisa berdiri. Sekokoh namanya, sekokoh balok (kayu).

(did/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up