Ekonomi Terangkat dengan Bangun Sentra UMKM, Jadi Magnet Baru Penghimpun Warga

14 November 2016, 20:46:00 WIB

JawaPos.com – Ruang publik yang bakal dibangun oleh United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac) akan menjadi magnet penghimpun warga Surabaya.

Otomatis, perekonomian masyarakat sekitar bakal terangkat. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta UCLG Aspac membangun sentra UMKM di ruang publik seluas 2,8 hektare itu.

Public Space Specialist UCLG Aspac David Sagita menjelaskan, permintaan Risma sudah disepakati. Namun, letaknya berada di luar site plan yang dikerjakan UCLG.

”Ada di dekat hutan bambu,” ujar alumnus Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) 1945 tersebut. UCLG Aspac tetap akan membangun sentra UMKM itu. Soal pengelolaan, David menyatakan bahwa Risma telah memiliki rencana.

Selain memberikan wadah bagi UMKM, David menuturkan, tidak tertutup kemungkinan, realisasi ruang publik tersebut menggandeng salah satu perusahaan makanan dan minuman yang sudah terkenal.

”Misalnya, ada salah satu coffee shop besar di sana. Kenapa enggak?” ucapnya. Saat ini letak ruang publik itu bisa dibilang tidak strategis untuk menggaet keramaian. Tidak banyak yang tahu keberadaannya.

Lokasinya berada di belakang Taman Harmoni, tertutupi hutan bambu dan berbatasan dengan instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT). Namun, lokasi tersebut bakal menjadi kawasan strategis baru di Surabaya Timur.

David mengungkapkan, lokasi di sekitar ruang publik bakal dilalui Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT). Jalur itu menjadi jalur arteri baru. ”Nanti di sana jadi kawasan perdagangan dan jasa (perjas),” jelas pria asal Jogjakarta tersebut.

Dengan adanya JLLT, sektor bisnis di Surabaya Timur akan berkembang pesat. Bakal muncul permukiman baru seperti apartemen atau pusat perbelanjaan. Selain itu, ada depo trem yang letaknya juga di eks TPA Keputih.

Dengan demikian, akses menuju ke lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan umum bebas macet. Karena JLLT dan depo trem masih belum masuk rencana pembangunan tahun depan, ruang publik tersebut seolah menjadi trigger pembangunan kawasan timur.

Keberadaan ruang publik itu tidak akan menyaingi Taman Harmoni yang sudah dibangun lebih dahulu. Malah bakal dibuat akses yang menghubungkan keduanya.

Salah seorang mentor, Arda Pranowo, menyatakan bahwa desain lanskap ruang publik tersebut dibuat terbuka. Pagar-pagar yang mengelilingi akan dihilangkan sehingga pengunjung bisa masuk selama 24 jam.

Dengan ramainya pengunjung, dia sepakat ruang publik itu bakal menumbuhkan perekonomian setempat. Terutama di sektor kuliner. Contohnya, taman bungkul yang tidak pernah sepi.

Nonstop public space,” kata pria yang hobi melukis tersebut. Untuk menarik pengunjung, salah satu konsep yang dituangkan adalah atraktif.

Bentuk atraktif itu bisa dicontohkan pada air mancur menari di jembatan wisata Kenjeran. Terbukti, masyarakat jadi penasaran ingin melihat atraksi air menari tersebut. (sal/c20/git/sep/JPG)

Editor : admin

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads
Ekonomi Terangkat dengan Bangun Sentra UMKM, Jadi Magnet Baru Penghimpun Warga