alexametrics

Registrasi Kartu Berbasis NIK, Penjahat Makin Mudah Diringkus

14 Oktober 2017, 13:37:35 WIB

JawaPos.com – Direktur Tindak Pidana Bareskrim Siber Mabes Polri, Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan registrasi kartu seluler prabayar menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan Nomor KK (Kartu Keluarga), dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Termasuk mempercepat pengungkapan sebuah kasus. “Karena di KTP-el ada data sidik jari. Nah itu bisa mempermudah (pengungkapan kasus),” ujar Fadil kepada JawaPo.com diJakarta, Sabtu (14/10).

Fadil menyebut, sepanjang 2017 ini terdapat 45 kasus laporan tindak pidana siber yang rata-rata kasusnya penipuan melalui sarana komunikasi dan juga pencemaran nama baik di sosial media.

Dari 45 laporan kasus tindak pidana siber, terdapat 16 tersangka pelaku tindak kejahatan siber.

Fadil berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meregistrasi sim card menggunakan NIK dan Nomor KTP, sehingga dapat mencegah terjadinya kejahatan melalui sarana komunikasi.

“Kalau semua ingin rasa aman diciptakan, partisipasi mencegah kejahatan. Saya mengimbau untuk mengikuti Kemenkominfo,” jelas Fadil.

Sebelumnya, Dirjen Penyelenggara Pos & Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, tata cara registrasi seluler prabayar menggunakan NIK dan Nomor KK berlaku untuk pelanggan seluler baru dan lama.

“Jadi yang harus dimasukkan adalah NIK (Nomor Induk Penduduk) dan Nomor KK (Kartu Keluarga),” ujar Ahmad saat menjelaskan tata cara registrasi prabayar ini di Kementerian Kominfo, Jakarta, Rabu (11/10).

Registrasi prabayar ini mulai berlaku 31 Oktober 2017. Pelanggan diberikan waktu sampai 28 Februari 2018.

Editor : admin

Reporter : (cr5/JPC)



Close Ads
Registrasi Kartu Berbasis NIK, Penjahat Makin Mudah Diringkus