JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

Tiga Jenazah Sudah Dievakuasi ke RS Bhayangkara

14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Bom di Sidoarjo
Tim Gegana saat tiba di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bom bunuh diri di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menyebabkan tiga orang tewas. Kini, ketiga jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Polisi juga mengamankan bahan peledak di kamar lantai 5 Blok B.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, ketiga jenazah atas nama Anton Febrianto, 47, Puspita Sari yang diperkirakan berusia 47, dan Dita Aulia Rahman yang diperkirakan berusia 15 tahun.  Puspita dan Dita merupakan istri beserta putri Anton.

"Istri dan anaknya meninggal saat ledakan pertama. Sedangkan Anton, tadi sudah disampaikan Bapak Kapolda bahwa dia kami lumpuhkan karena masih memegang switching," jelas Barung di lokasi kejadian, Senin (14/5) dini hari.

Anton dan Puspita memiliki empat orang anak. Tiga anak lainnya berinisial HAR, 15; FP, 11; GHA, 10. Ketiganya selamat. Saat ledakan pertama, HAR membawa dua adiknya keluar kamar.

Menurut keterangan warga, HAR menggendong dua adiknya. Mereka kemudian dilarikan ke RS Siti Khodijah dengan dibantu warga. "Sekarang ketiganya kami rujuk ke RS Bhayangkara," imbuh Barung.

Barung memastikan, bom yang diledakkan Anton adalah jenis rakitan. Soal jumlah pastinya, tim Penjinak Bom (Jibom) masih menyelidikinya.

Apakah pelaku sengaja meledakkan bom di rusunawa? Barung mengatakan bahwa hal itu juga masih dalam proses penyelidikan. "Kalau itu meledak di rumah, berarti ada unsur ketidaksengajaan. Itu meledak sendiri. Sehingga menyebabkan ibu dan anak perempuan meninggal dunia di TKP serta melukai dua adiknya," terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Seperti diberitakan, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Anton, penghuni salah satu kamar di lantai 5 blok B ditemukan tergeletak bersimbah darah. Di dekatnya ada tas ransel yang diduga berisi bom.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : (did/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

GPPS Arjuno Surabaya Kurangi Jadwal Ibadah 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Usai Diguncang Bom, 2 Gereja Kembali Aktif 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Gereja STMB Maafkan Pelaku Pengeboman 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Sri Sudah Pesan Untuk Dimakamkan di Solo 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
FKUB Aceh Kutuk Teror Bom di Surabaya 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
MUI Jatim: Terorisme Bukan Ajaran Islam 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Gubernur Jatim: Jangan Takut Terorisme 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Pasca Bom, KBS Tetap Ramai Pengunjung 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Puti Kutuk Aksi Terorisme di Surabaya 14 Mei 2018, 03:01:52 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up