JawaPos Radar

Bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo

Tiga Jenazah Sudah Dievakuasi ke RS Bhayangkara

14/05/2018, 03:01 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bom di Sidoarjo
Tim Gegana saat tiba di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bom bunuh diri di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menyebabkan tiga orang tewas. Kini, ketiga jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim. Polisi juga mengamankan bahan peledak di kamar lantai 5 Blok B.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, ketiga jenazah atas nama Anton Febrianto, 47, Puspita Sari yang diperkirakan berusia 47, dan Dita Aulia Rahman yang diperkirakan berusia 15 tahun.  Puspita dan Dita merupakan istri beserta putri Anton.

"Istri dan anaknya meninggal saat ledakan pertama. Sedangkan Anton, tadi sudah disampaikan Bapak Kapolda bahwa dia kami lumpuhkan karena masih memegang switching," jelas Barung di lokasi kejadian, Senin (14/5) dini hari.

Anton dan Puspita memiliki empat orang anak. Tiga anak lainnya berinisial HAR, 15; FP, 11; GHA, 10. Ketiganya selamat. Saat ledakan pertama, HAR membawa dua adiknya keluar kamar.

Menurut keterangan warga, HAR menggendong dua adiknya. Mereka kemudian dilarikan ke RS Siti Khodijah dengan dibantu warga. "Sekarang ketiganya kami rujuk ke RS Bhayangkara," imbuh Barung.

Barung memastikan, bom yang diledakkan Anton adalah jenis rakitan. Soal jumlah pastinya, tim Penjinak Bom (Jibom) masih menyelidikinya.

Apakah pelaku sengaja meledakkan bom di rusunawa? Barung mengatakan bahwa hal itu juga masih dalam proses penyelidikan. "Kalau itu meledak di rumah, berarti ada unsur ketidaksengajaan. Itu meledak sendiri. Sehingga menyebabkan ibu dan anak perempuan meninggal dunia di TKP serta melukai dua adiknya," terang alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1992 tersebut.

Seperti diberitakan, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Anton, penghuni salah satu kamar di lantai 5 blok B ditemukan tergeletak bersimbah darah. Di dekatnya ada tas ransel yang diduga berisi bom.

(did/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 03:01 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 03:01 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up