JawaPos Radar

Seluruh Bom di Rusunawa Wonocolo Berhasil Dijinakkan

14/05/2018, 01:49 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Bom di Sidoarjo
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen Arif Rahman saat berada di Rusunawa Wonocolo, Senin (14/5) dini hari. (Moh Mukit/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin angkat bicara terkait bom di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam. Menurutnya, saat ini situasi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah kondusif.

Seluruh benda diduga bom yang berada di dalam kamar Anton sudah berhasil dijinakkan. Polisi akan membawa barang-barang tersebut ke mako Brimob.

Selanjutnya, polisi bakal mengevakuasi tiga jenazah yang terdiri atas Anton, istri dan seorang anaknya. Jenazah akan dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jatim.

"Kami sudah berhasil melumpuhkan dan mengamankan lokasi. Tinggal mengevakuasi para pelaku ini," terang Machfud di Rusunawa Wonocolo, Senin (14/5) dini hari.

Terkait dengan lima kali suara ledakan yang terjadi usai bom bunuh diri, Machfud memastikan bahwa itu suara pistol polisi. "Bukan ledakan. Itu tadi kami melumpuhkan. Karena dia masih bawa switching," lanjut polisi asal Ketintang Surabaya tersebut.

Sampai saat ini, seluruh penghuni Blok B masih belum bisa kembali ke kamarnya masing-masing. Polisi meminta waktu untuk membereskan TKP. Kemungkinan besar para warga di blok tersebut baru bisa kembali pada Senin siang.

Ditanya wartawan apakah bom di Rusunawa Wonocolo ada kaitannya dengan tiga serangan di Surabaya, Machfud menyatakan bahwa kemungkinan itu bisa saja. "Bisa saja. Mungkin juga mau melakukan serupa seperti di Surabaya. Tapi meledak duluan," ungkap Machfud.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1986 itu memastikan, total korban tewas ledakan di tiga gereja di Surabaya sebanyak 13 orang. Rinciannya, 6 orang sebagai pelaku. Sedangkan 7 korban dari warga sipil.

Seperti diberitakan, sebuah bom meledak di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Anton, penghuni salah satu kamar di lantai 5 blok B ditemukan tergeletak bersimbah darah. Di dekatnya ada tas ransel yang diduga berisi bom.

(did/mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 01:49 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 01:49 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up