JawaPos Radar

Bom Bunuh Diri di Gereja

Risma: Saya Sudah Berikan Segalanya untuk Warga Surabaya

14/05/2018, 00:21 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Teror Bom Surabaya
()
Share this image

JawaPos.com - Sikap keprihatinan dan kesedihan mendalam terus berdatangan dari berbagai pihak pasca insiden bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5). Salah satunya, ungkapan kesedihan dan kemarahan datang dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. 

Risma mengaku tidak mengira jika ada warganya yang nekat meledakkan diri di gereja. Dia berpendapat, pelaku pengeboman adalah sosok yang merasa paling benar sendiri. 

"Kebenaran hanya milik Allah. Kita manusia itu tempatnya salah. Kita ngomong diri kita paling benar itu bohong semua," kata Risma sewaktu ditemui wartawan di rumah terduga pelaku pengeboman di Wonorejo, Surabaya, Minggu (13/5).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Selain itu, Risma sudah mengupayakan yang terbaik untuk kesejahteraan warga Surabaya. Termasuk upayanya membenahi infrastruktur di Surabaya.

"Saya sudah berikan segalanya untuk warga Surabaya. Saya cari yang lapar dan nggak bisa sekolah. Lalu, saya selesaikan masalah mereka. Mulai dari aduan jalan rusak, banjir, sampai masalah sekolah," kata Risma.

Atas insiden pengeboman tersebut, Risma akan mengupayakan langkah antisipasi berupa program. Tujuannya, mencegah adanya warga Surabaya yang berniat melakukan tindakan-tindakan kekerasan. 

Namun, Risma belum ingin memaparkan program apa dan bagaimana pelaksanaanya. Hanya, dia akan melakukan kunjungan dan memberikan arahan ke sejumlah sekolah di Surabaya. 

"Nanti kalau sudah jalan (terlaksana programnya) akan saya omongkan. Saya sudah kumpulkan seluruh pejabat pemerintah kota Surabaya," kata Risma. 

Di sisi lain, Risma mengapresiasi peran serta Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Surabaya. Risma mengatakan ada organisasi bernama Red Blood yang menggerakkan warga Surabaya mendonorkan darahnya. Untuk warga yang menjadi korban bom. 

"Dia (Red Blood) mengkoordinir warga yang ingin mendonorkan darahnya. Jadi sekali gerak, kami langsung akses di situsnya Red Blood. Lalu warga akan datang untuk mendonorkan darahnya," katanya.

(HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 14/05/2018, 00:21 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 14/05/2018, 00:21 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up