JawaPos Radar

Persaingan Pimnas Ke-29 Makin Ketat

13/08/2016, 09:25 WIB | Editor: admin
Persaingan Pimnas Ke-29 Makin Ketat
DARI ITS: Dari kiri, Johan Chandra, Ardhi Rizal, Monica Regina, dan Theo Wiranadi Hendrata memperoleh medali emas pada Pimnas Ke-29 yang berlangsung di IPB. (Institut Teknologi Sepuluh Nopember for Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Ke-29 yang berlangsung di Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi berakhir Jumat (12/8).

Lima peringkat teratas dengan perolehan medali emas terbanyak didominasi perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur.

Juara pertama diperoleh Universitas Brawijaya (UB) dengan 6 medali emas, Universitas Airlangga (Unair) di peringkat ketiga dengan 5 medali emas, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di peringkat keempat dengan 3 medali emas.

Direktur Kemahasiswaan Unair Hadi Subhan menjelaskan, prestasi Unair dalam ajang Pimnas tahun ini melejit jika dibandingkan dengan tahun lalu.

”Tahun ini kami dapat lima emas, jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya dua medali emas,” jelasnya.

Medali emas itu diperoleh dari tiga bidang penelitian. Dua medali berasal dari bidang kewirausahaan dan satu medali dari bidang karya cipta. Selain medali emas, Unair juga memperoleh tiga medali perak.

Hadi menerangkan, tahun ini Unair patut berbangga hati. Utamanya, ada 21 tim yang berlaga. Selain perolehan medali emas lebih banyak, peringkat Unair naik.

Dari peringkat keempat tahun lalu, posisinya naik menjadi tiga terbaik pada tahun ini. Hadi menerangkan, Unair memberikan penghargaan khusus kepada setiap mahasiswa yang berprestasi.

Bagi tim yang mendapatkan medali emas, lanjut dia, Unair akan membebaskan mahasiswa tersebut dari tugas akhir.

”Ini kebijakan dari Pak Rektor (Prof Muhammad Nasih, Red). Kami akan atur mekanismenya seperti apa. Tapi, ini sudah pasti menjadi hadiah untuk pemenang,” ungkap dosen fakultas hukum tersebut.

Sementara itu, tahun ini ITS berada satu peringkat di bawah Unair. ITS menggondol 3 medali emas, 2 perak, serta 1 perunggu.

”Sebenarnya, untuk poster juga dapat satu medali emas, tetapi yang dilihat juri hanya medali emas saat presentasi,” tutur Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Hubungan Alumni (LP2KHA) ITS Darmaji.

Darmaji mengungkapkan, tahun ini ITS mengirimkan 15 tim yang berlaga di Pimnas. Dari seluruh kategori, ITS selalu mendapat medali pada kategori karya cipta (KC).

”Alhamdulillah, tahun ini kategori penelitian mendapat medali emas,” jelas Koordinator Akademik dan Kemahasiswaan Dhany Arifianto.

Dia mengakui, saingan terberat adalah Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

”Memang karya-karya mereka unggul di bidang kewirausahaan dan tema yang dianggap memiliki dampak langsung kepada masyarakat. Ini bisa menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” kata Dhany.

Salah satu karya yang menggondol medali emas adalah karya PKM KC, yakni Smart Heart Monitor: Electrocardiogram Portabel Berbasis Raspberry Pi yang Terintegrasi Android sebagai Pendeteksi Kelelahan dan Pencegah Serangan Jantung, oleh Theo Wiranadi Hendrata, Johan Chandra, Monica Regina, dan Ardhi Rizal.

”Awalnya, kami pesimistis karena saingan kami berat dan keren-keren,” ungkap Monica Regina, salah seorang anggota tim yang meraih medali emas. (bri/ara/c6/nda/sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up