JawaPos Radar

Pasca Bom, POLRI: Kami Jamin Akan Kendalikan Situasi

13/05/2018, 14:57 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Teror Bom Surabaya
()
Share this image

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan atensi terhadap serangan teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Tito sendiri sudah meninjau lokasi pengeboman tersebut.

Sekitar pukul 13.30 WIB, rombongan Kapolri tiba di Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB). Dari pantauan JawaPos.com, Tito langsung masuk ke dalam gereja. Wartawan sendiri tidak diperbolehkan mendekat dan hanya bisa mengambil gambar sekitar 100 meter dari gereja.

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol M. Iqbal yang menemui wartawan menjelaskan, Kapolri sudah meninjau seluruh lokasi peledakkan bom di Kota Pahlawan. "Ini lokasi yang ketiga. Kapolri ingin melihat situasi langsung bagaimana titik ledakan, korban dan lain-lain," terang Iqbal.

Teror Bom Surabaya
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol M. Iqbal saat meninjau Gereja SMTB Surabaya, Minggu (13/5). (Dida Tenola/JawaPos.com)

Selain itu, Kapolri juga telah memerintahkan kepada seluruh personil untuk segera menangani serangkaian teror tersebut. Beberapa tim sudah dikerahkan ke tiga lokasi. Mulai tim investigasi, tim olah TKP, tim evakuasi korban, hingga tim penyelidikan.

Iqbal menambahkan, Kapolri memotivasi seluruh personel di Jawa Timur agar tetap semangat. "Begitu juga dengan masyarakat Surabaya. Tetap tenang. Kami jamin akan mengendalikan situasi," tegas mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut.

Ditanya wartawan apakah serangkaian teror tersebut merupakan rentetan pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Iqbal mengaku masih butuh pendalaman untuk mengetahuinya. "Kami akan terus menyelidiki hal ini," ungkapnya.

Saat ini, situasi di tiga titik teror tersebut sudah aman. Proses sterilisasi masih terus dilakukan. Ditemukan beberapa benda yang diduga bekas-bekas bom, namun seluruhnya sudah ditangani Gegana. "Ada dugaan beberapa yang masih aktif, tim Gegana masih melakukan penjinakkan," lanjut Iqbal.

Soal jenazah para korban, ada beberapa yang masih belum diidentifikasi. Iqbal mengatakan, penyebabnya karena ada korban yang belum terkoneksi dengan e-KTP, sehingga tidak bisa cepat diketahui identitasnya.

Iqbal menegaskan, seluruh komponen di Surabaya bersatu pasca kejadian. "Kami tetap bekerja. Pemkot Surabaya terus kerja sama dengan Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya," pungkas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.

(did/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 13/05/2018, 14:57 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 13/05/2018, 14:57 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up