alexametrics

Pengamat: Jika La Nyalla Maju, Suara Gus Ipul dan Khofifah Tergerus

11 Desember 2017, 18:24:55 WIB

JawaPos.com – Keputusan Partai Gerindra yang menunjuk La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai bakal calon Gubernur pada Pilgub Jatim 2018 mendatang  tentu dapat merubah peta perpolitikan di Jatim, terutama pada dua pasanagn calon sudah mendeklarasikan diri yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipu) – Abdullah Azwar Anas  dan Khofifah Indar Parawansan – Emil Elistianto Dardak.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Airlangga Suko Widodo. Menurut Sukowi sapaan Suko Widodo, baik Gus Ipul maupun Khofifah keduanya akan merasakan dampak elektoral atas majunya La Nyalla.

“Kalau nanti Pak La Nyalla mendapat dukungan partai dan ikut running di Pilgub Jatim, pasti akan merubah peta politik. Sejauh ini kan kontestasi bertumpu kepada Gus Ipul dan Khofifah, tentu saja dengan kehadirannya pasti akan merubah peta itu,” kata Suko Widodo kepada JawaPos.com, Senin, (11/12).

Dampak elektoral paling nyata, kata Sukowi, yakni tergerusnya pemilih dari dua pasangan tersebut. Ditambah tingginya swing votter (pemilih galau) yang belum menentukan pilihan baik ke Gus Ipul mauapun Khofifah berpotensi memberikan dukungannya pada La Nyalla.

 “Tipe pemilih saat ini tidak terbatasi oleh struktul kultural. Jadi sebagain dari kubu Gus Ipul terkurangi, sebagian dari Khofifah juga terkurangi, karena Pak La Nyalla juga punya jaring-jaring suara diantara Gus Ipul maupun Khofifah,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam. Menurutnya, kerja politk La Nyalla selama ini cukup memberikan respon yang positif. Terutama silaturrhmi La Nyalla ke berbagai pondok pesantren di Jatim. Hal inilah yang dapat menggerus suara Gus Ipul maupun Khofifah.

“Jika ada poros ketiga, siapapun itu tetap berpotensi menggerus suara keduanya. Apalagi pak Nyalla belakangan ini kan sering ke daerah-daerah, beliau juga ke pesantren-pesantren” kata Surokim.

Kendati demikian, pria yang juga peneliti Surabaya Survey Center (SSC) ini mengatakan, butuh kerja politik yang ekstra dari Gerindra agar bisa mengusung La Nyalla. Pasalnya, dengan modal 13 kursi yang dimiliki di DPRD Jatim belum cukup syarat minimal pengusungn calon yakni 20 kursi.

Harapan itu bisa terwujud jika PAN yang memiliki 7 kursi turut mengusung La Nyalla. Sementara partai lain seperti PKB (20 kursi), PDI Perjungan (19 kursi) dan PKS (6 kursi) sudah memastikan dukunganya pas Gus Ipul – Anas.  Sementara untuk pasangan Khofifah – Emil sudah didukung Demokrat (13 kursi) Golkar (11 kursi), NasDem (4 kursi) dan Hanura (2 kursi), sedangkan PPP (5 kursi) mengisyartakan dukungan ke Khofifah.

“Gerindra berada dalam situasi yang sulit dan rumit sekarang, Gerinda tidak biasa leluasa karena terkait juga dengan partai koalisi yang lain. Sementara Gerinrda hanya punya modal 13 kursi parlemen, jadi kurang 7 kursi lagi,” papar Surokim.

Menurut Surokim,  Gerinda terlalu lama menggoreng kandidat yang akan diusung. ”Akhirnya, selain kesulitan calon Gerindra juga kesulitan mencari koalisi partai yang sudah banyak bergabung dengan koalisi yang sudah ada,” pungkasnya.

Editor : admin

Reporter : (mkd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Pengamat: Jika La Nyalla Maju, Suara Gus Ipul dan Khofifah Tergerus