JawaPos Radar

Puluhan Ormas Tuntut Hukuman Mati bagi Teroris

11/05/2018, 05:52 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Hukuman Mati
HUKUMAN MATI: Puluhan ormas Warga Suroboyo Cinta Negeri yang terdiri relawan SAPA, Jaringan Laskar Nusa Bangsa, Demi Anak Generasi (DAG) melakukan aksi belasungkawa di depan monumen Polri Surabaya, Kamis (10/5) malam. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kerusuhan yang menewaskan 5 anggota kepolisian di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok mengundang simpati warga Surabaya. Sebanyak 30 organisasi masyarakat (ormas) yang menamakan diri Warga Suroboyo Cinta Negeri pun menuntut hukuman mati bagi narapidana kasus terorisme. 

Mereka menyampaikan tuntutannya melalui aksi belasungkawa di monumen Polri Surabaya, Kamis (10/5) malam. Tak hanya ormas. Belasan polisi dari Polrestabes Surabaya pun turut bergabung pada aksi itu. 

Koordinator Ormas Warga Suroboyo Cinta Negeri Cak Kusnan mengatakan, pihaknya mengutuk keras aksi yang dilakukan para narapidana. Karenanya, dia menuntut pemerintah memberlakukan hukuman mati bagi pelaku teroris. 

Hukuman Mati
Mereka menyalakan lilin sebagai bentuk duka cita dan prihatin atas kejadian di Mako Brimob. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Kami minta kepada negara dan kepolisian, hukum seberat-beratnya teroris. Kalau perlu hukuman mati," kata Kusnan kepada wartawan di depan monumen Polri Surabaya, Kamis (10/5) malam.

Menurutnya, terorisme sudah mencoreng nama baik agama tertentu. Akibat dari pemberitaan yang menyebutkan salah seorang dari narapidana menyerukan takbir dan mati syahid. 

Karenanya, dia menilai narapidana kasus terorisme tidak layak dikembalikan ke masyarakat. "Mereka tidak akan pernah legawa jika Indonesia adalah negara berasaskan Pancasila. Mereka menjual Islam untuk membunuh," kata Kusnan. 

Kasitipol Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar mengatakan, aksi belasungkawa tersebut memang spotanitas dari para anggota ormas. Karenanya, dia mengapresiasi aksi belasungkawa tersebut.

Ditanya langkah antisipasi kerusuhan serupa di mako Brimob di Surabaya, Lily tak banyak komentar. "Kami tunggu perintah pimpinan. Hanya kami apresiasi masyarakat yang masih mendukung upaya pemberantasan terorisme," kata Lily.

(ce1/HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 11/05/2018, 05:52 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up