JawaPos Radar

Rp 400 Juta untuk Sentra PKL Gading Fajar

09/06/2017, 16:48 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Rp 400 Juta untuk Sentra PKL Gading Fajar
SEMENTARA: Lahan relokasi PKL Gading Fajar yang di tanah milik Mahkamah Agung. DLHK berjanji membangun sentra baru khusus PKL dengan anggaran Rp 400 juta. (Galih Cokro/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Solusi untuk PKL Gading Fajar satu per satu direalisasikan. Setelah membuat tempat relokasi sementara bagi penjual, pemkab berencana membangun sentra PKL. Total anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan sentra PKL tersebut Rp 400 juta.

Rp 400 Juta untuk Sentra PKL Gading Fajar
SEMENTARA: Lahan relokasi PKL Gading Fajar yang di tanah milik Mahkamah Agung. DLHK berjanji membangun sentra baru khusus PKL dengan anggaran Rp 400 juta. (Galih Cokro/Jawa Pos/JawaPos.com)

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo M. Bahrul Amig, pemkab sedang berupaya merevitalisasi kawasan Gading Fajar. Upaya yang sudah dilakukan adalah mengembalikan fungsi fasilitas umum (fasum). Taman dan trotoar yang rusak lantaran ditempati PKL telah diperbaiki. ”Kami juga sudah memilih tempat relokasi agar PKL tetap bisa berjualan,” terangnya. ”Kami tidak menghilangkan PKL. Kami justru menata pedagang,” lanjutnya.

Laki-laki yang dulu menjabat camat Taman itu menjelaskan, dalam menata pedagang, pemkab melibatkan warga dan pedagang. Dengan begitu, penataan tidak menguntungkan salah satu pihak. ”Semua keinginan dapat diakomodasi,” tuturnya.

Dia mencontohkan keinginan pedagang untuk mendapatkan tempat yang strategis. Dengan begitu, dagangan mereka bisa laku terjual. Sementara itu, warga mempunyai keinginan agar PKL tertata rapi. Tidak menjejali fasum dan jalan. ”Kami mengakomodasi dua keinginan tersebut agar terealisasi,” paparnya.

Untuk sementara, pedagang ditempatkan di lahan relokasi. Yakni, di tanah lapang milik Mahkamah Agung (MA). Lokasinya di depan SMAN 2 Sidoarjo. Amig menyebutkan, lahan itu memang belum sempurna. Namun, dia menjanjikan, pemkab segera membangun lahan pengganti.

Saat ini, kata Amig, pihaknya mengajukan anggaran Rp 400 juta. Dana itu digunakan untuk membangun sentra PKL. ”Kami sudah ajukan di perubahan anggaran keuangan (PAK),” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki menyatakan, setelah anggaran turun, pemkab akan segera melakukan pembangunan. ”Anggaran turun, kami akan berkoordinasi dengan instansi lainnya,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Wiwit itu mengakui, anggaran yang disediakan sangat sedikit. Sebab, dalam PAK kali ini, ada sejumlah kegiatan prioritas pemkab yang harus mendapatkan anggaran lebih seperti penanganan banjir. Namun, pedagang tidak perlu resah. ”Sebab, pembangunan akan dilakukan bertahap,” ujarnya. (aph/c21/ai)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up