alexametrics

Kasus Difteri 2017 Paling Tinggi, DKI Siapkan Suntik ORI

Ditemukan 25 Kasus, 2 Meninggal
8 Desember 2017, 19:04:38 WIB

JawaPos.com – Dinas Kesehatan DKI Jakarta bakal melaksanakan program Outbreak Response Immunization (ORI) penyakit difteri secara serentak di sejumlah wilayah. Hal itu sebagai langkah Pemprov DKI untuk menekan penyebaran penyakit difteri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penderita penyakit difteri di Jakarta meningkat tiap tahunnya. Pada 2016 terdapat 17 kasus dengan 1 kematian, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 25 kasus dengan 2 kematian. “Dalam empat tahun terakhir, 2017 jumlahnya paling tinggi,” ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/12).

Menurutnya, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Sudinkes wilayah setempat sudah melakukan penyelidikan epidemologi dan memberikan obat profilaksis untuk semua orang yang memiliki kontak dengan penderita.

Selain itu, juga telah dilaksanakan program ORI difteri di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Teknisnya, ORI dilakukan sebanyak 3 putaran dengan sasaran anak usia satu hingga 19 tahun dengan interval nol, satu, dan 6 bulan.

Penyuntikan ORI dimulai serentak di Jakarta Barat dan Jakarta Utara mulai minggu kedua bulan Desember 2017 untuk putaran pertama. Lalu bulan minggu kedua bulan Januari tahun 2018 untuk putaran kedua dan bulan Juni minggu kedua tahun 2018 untuk putaran ketiga. 

Program ORI dilakukan dengan kerjasama lintas sektor melibatkan Diskominfomas, Dinas Sosial, Dinas PPAPP, Dinas Pendidikan, Biro Tata Pemerintahan, Biro Kesejahteraan Sosial, Para Walikota, Camat dan Lurah, Tokoh lintas Agama serta RT, RW, Tim PKK dan Kader kesehatan yang ada di wilayah.

“Pelaksanaan ORI ini juga membutuhkan peran aktif  dari masyarakat untuk membantu memberikan perlindungan dan memutus rantai penularan dari penyakit difteri,” seru Anies.

Editor : admin

Reporter : (yes/JPC)



Close Ads
Kasus Difteri 2017 Paling Tinggi, DKI Siapkan Suntik ORI