JawaPos Radar

Duh, Sakit Hati, Mobil Majikan Malah Dicuri

08/06/2017, 17:44 WIB | Editor: Kuswandi
Duh, Sakit Hati, Mobil Majikan Malah Dicuri
Tersangka Mardiono saat usai ditangkap Tim Anti Bandit Polresta Surabaya (Dida Tenola / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tim Antibandit rayon VII Polrestabes Surabaya membekuk Mardiono, seorang pelaku pencurian mobil. Mardiono mencuri Toyota Avanza milik mantan majikannya Elen Budi Prasetya. Dia mengaku melakukan tindak kriminalitas itu karena sakit hati.

"Anak saya kan sakit. Saya ingin pulang, tapi kalau pulang saya tidak boleh balik kerja lagi," kata pria berusia 34 tahun itu, Kamis (8/7). Selain itu, Mardiono mengaku juga sering dimarahi oleh bosnya. Hal itulah kemudian yang melatar belakanginya untuk membalas sang majikan.

Atas perilaku majikannya tersebut, awal bulan lalu, ayah empat orang anak inipun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya. Rupanya, sebelum keluar, dia sudah menyusun aksi untuk mencuri mobil berwarna abu-abu yang biasa dipakai olehnya.
Dia menduplikatkan kunci itu di kawasan Bratang. Tanggal 30 Mei, dia benar-benar mencuri mobil yang diparkir di depan rumah di Jalan Ngagel Tama Selatan tersebut bersama dengan seorang temannya bernama Mat Yakin. "Mobilnya mau dijual sama dia (Mat Yakin). Terserah mau jual berapa, yang penting saya cuma minta uang Rp 2 juta untuk anak saya," papar pria yang punya dua orang istri tersebut.

Duh, Sakit Hati, Mobil Majikan Malah Dicuri
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Usai mencuri, Mardiono bersembunyi di rumah istrinya yang pertama, di Lamongan. Akhirnya, aksinya ketahuan setelah polisi mengantongi nama-nama mantan pegawai korban yang baru saja keluar. Selain itu, mereka juga punya rekaman cctv yang ciri-ciri pelakunya sama persis dengan Mardiono.

Setelah mendapat petunjuk itu, korps berseragam cokelat langsung menuju ke Lamongan. Namun, Mardiono tidak kooperatif. "Kami terpaksa tembak kakinya karena mencoba melawan. Dia sempat mengelak melakoni pencurian tersebut," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Dalam penangkapan tersebut, polisi memang tidak menemukan mobil tersebut. Rupanya, mobil itu dibawa ke rumah Mat Yakin di Bangkalan. Akhirnnya Selasa petang (6/6), polisi tiba di rumah Mat Yakin. Di kediaman Mat Yakin, memang ada mobil Avanza abu-abu. Namun, Mat Yakin sudah mengganti nopolnya yang semula L 1737 FZ menjadi M 1737 HC. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan jejak.

Sayangnya, Mat Yakin tidak sedang berada di rumah. Menurut keluarganya, dia sedang melaut. "DPO adalah nelayan. Kami akan tunggu sampai kapalnya bersandar," tegas Shinto. (did/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up