JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kantor Baru Pengurus Cabang Fatayat Dilengkapi Trauma Healing

08 Mei 2017, 12:04:10 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Kantor Baru Pengurus Cabang Fatayat Dilengkapi Trauma Healing
PENDAMPINGAN: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meresmikan penggunaan gedung Fatayat NU di kawasan Candi Sidoarjo. (Boy Slamet/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Maraknya kasus peredaran narkoba dan kekerasan seksual mendapatkan atensi khusus dari Fatayat Jatim. Menyambut harlah ke–67, organisasi sayap perempuan Nahdlatul Ulama (NU) itu sepakat untuk makin kencang meneriakkan perang terhadap narkoba.

Kantor Baru Pengurus Cabang Fatayat Dilengkapi Trauma Healing
GUNTING PITA: Dari kiri, Makrufah, Anik Maslachah, Saiful Ilah, Sullamul Hadi Nurmawan, dan Nur Ahmad Syaifuddin saat meresmikan gedung Fatayat NU Minggu (7/5) di Candi, Sidoarjo. (Boy Slamet/Jawa Pos/JawaPos.com)

”Caranya dimulai dari keluarga. Selain itu, disampaikan saat pengajian,” ucap Bendahara Umum Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jatim Anik Maslachah saat membuka peringatan harlah Fatayat NU di Candi, Sidoarjo pada Minggu (7/5). Berdasar data kepolisian, lanjut dia, Jatim termasuk wilayah darurat narkoba.

”Jatim merupakan urutan kedua terbanyak peredaran narkoba,” ujar politikus PKB yang juga ketua DPW Perempuan Bangsa Jatim itu. Menurut dia, barang haram tersebut makin mudah dijumpai, bahkan sudah merambah ke desa-desa.

Anik melanjutkan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan juga menjadi isu utama bagi Fatayat NU Jatim. Dia menilai peran pemerintah untuk mendampingi korban tindak kekerasan belum optimal. ”Bantuan dari pemerintah hanya sebatas santunan. Belum advokasi,” tegasnya. Fatayat NU akan lebih aktif memberikan pendampingan. Salah satunya melalui pusat trauma healing (penyembuhan trauma). ”Biar Fatayat hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan beras dan mi instan,” kata Anik, dengan nada bercanda.

Ketua PC Fatayat NU Sidoarjo Makrufah menyatakan, pihaknya sudah menjalankan sejumlah program bagi perempuan. Untuk menanggulangi kekerasan terhadap perempuan, pihaknya aktif melakukan pendampingan. Advokasi itu dilakukan bersama Lembaga Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Sidoarjo.

Mereka juga aktif di bidang kesehatan. Salah satunya memberikan bantuan pengobatan ke puskesmas melalui kerja sama dengan USAID. Kegiatan donor darah rutin digelar. Termasuk sosialisasi dan seminar rumah sehat. Di bidang life skill, lanjut dia, Fatayat NU Sidoarjo terus membekali anggotanya dengan beragam keterampilan. Mulai cabut duri ikan bandeng, merias wajah, hingga membuat busana pesta. ”Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan perempuan,” ungkapnya.

Peringatan harlah itu disertai dengan peresmian kantor baru Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Sidoarjo. Kantor di Jalan Candi Sayang tersebut langsung dibuka Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin pun hadir. ”Peran Fatayat sangat penting untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan,” kata Saiful. (aph/c16/pri/sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up