alexametrics

Spanduk Tolak Salatkan Penista Agama Adalah Bentuk Pembodohan

8 Maret 2017, 14:24:51 WIB

JawaPos.com – Memasuki putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, sejumlah spanduk dan poster provokatif muncul di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Salah satu yang ramai dibicarakan adalah spanduk penolakan salat jenazah para pendukung penista agama.

Menurut Ketua Setara Institute, Hendardi,l, pemasangan spanduk itu atas dasar identitas agama dan ras. Dan itu merupakan bentuk intoleransi yang merusak kohesi dan ketertiban sosial di Ibu Kota Jakarta. Apalagi saat ini DKI Jakarta sedang memasuki masa kampanye pilkada putaran kedua.

“Spanduk itu memuat pesan pembodohan warga dan kampanye yang tidak masuk akal serta menghalalkan segala cara untuk tujuan menghimpun dukungan politik,” ucap dia ketika dikonfirmasi, Rabu (8/3).

Dia juga berkata, langkah kepolisian yang langsung mengambil sikap dengan menggunakan cara-cara persuasif, dalam menanganinya itu sudah benar. “Langkah persuasif yang dilakukan oleh aparat Polda Metro Jaya dalam menertibkan spanduk-spanduk merupakan langkah positif demi menjaga ketertiban masyarakat. Itu memang salah satu tugas pokok Polri,” sambung dia.

Akan tetapi menurut dia, langkah itu perlu disertai penindakan hukum, jika pesan-pesan destruktif melalui spanduk tersebut teridentifikasi sebagai suatu tindak pidana,” kata Hendardi.

Karenanya, lanjut dia, memasuki masa kampanye putaran kedua, semua pihak didorong untuk melakukan kampanye dialogis, konstruktif, dan mencerdaskan. Hal ini untuk membangun politik yang demokratis di ibukota. “Sehingga seluruh proses Pilkada memberikan dampak positif bagi pembangunan politik di DKI Jakarta yang demokratis,” tukas dia. (elf/JPG)

Editor : Thomas Kukuh


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Spanduk Tolak Salatkan Penista Agama Adalah Bentuk Pembodohan