alexametrics

Risma Tak Pedulikan Predikat Kota Layak Anak

7 Mei 2018, 13:13:58 WIB

JawaPos.com – Pemerintah menyatakan belum ada kabupaten dan kota di Indonesia yang layak anak sejak tahun lalu. Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku tak peduli dengan predikat apapun dari pemerintah.

Risma mengatakan, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya sudah berupaya membangun wilayah yang juga ramah anak. Terutama pembenahan dan penyediaan fasilitas publik di sejumlah lokasi di Surabaya.

“Saya tidak peduli dengan predikat apapun. Tapi apa yang kurang, terus kami upayakan. Supaya anak dapat hidup sesuai dunianya di Surabaya ini,” kata Risma saat jumpa pers di JW Marriot, Surabaya, Senin (7/5).

Tak hanya di sektor fasilitas publik. Risma mengklaim pemerintahannya sudah mengupayakan pemberian hak kesehatan dan pendidikan yang sama. Meski, Pemkot Surabaya menerapkan cara dan kebijakan yang berbeda di tiap kecamatan.

“Karena memang berbeda treatment-nya. Misalnya, kecamatan Sawahan. Terutama Dolly. Treatment-nya berbeda dengan wilayah lain,” papar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Hal senada disampaikan Wali Kota Surakarta Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo. Dia mengklaim pemerintahannya sudah menerapkan kebijakan kota ramah anak. Antara lain soal hak hidup, tumbuh kembang, perlindungan, dan partisipasi anak. “Saat Hari Anak Nasional tahun lalu, Surabaya dan Solo dapat predikat kota utama,” ujar Rudy.

Sementara itu, Unicef East Asia and Pacific Staff Karin Hulshof menambahkan, harus ada penyamaan kebijakan di tiap wilayah jika ingin menciptakan kota layak anak. Secara umum, perlu ada semacam infestasi di sejumlah sektor.

Antara lain akses kesehatan, keadilan sosial dan pendidikan. “No child left behind (jangan ada anak yang terlantar). Anak disabilitas dan miskin juga berhak mendapat keadilan sosial, pendidikan, hak akses kesehatan,” sambung Karin.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)

Risma Tak Pedulikan Predikat Kota Layak Anak