JawaPos Radar

Sidoarjo Kekurangan Guru SMPN Sampai 381 Orang

06/12/2017, 15:31 WIB | Editor: Miftakhul F.S
Kekurangan Guru
Ilustrasi (David Prasetyo/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com- Jumlah tenaga pendidik di SMP negeri Sidoarjo hingga kini belum ideal. Berdasar estimasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, jumlah kekurangan guru pada tahun ini mencapai 381 orang. Namun, ada juga sekolah yang surplus guru mata pelajaran (mapel).

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dikbud Pemkab Sidoarjo Mulyono menjelaskan, pihaknya sedang memetakan jumlah guru mata pelajaran di lingkup SMP negeri. Tujuannya, memberikan tunjangan kepada guru tidak tetap (GTT) tingkat SMP.’’Jadi, semua kebutuhan guru sedang kami data,’’ ujar Mulyono di kantor Dikbud Sidoarjo.

Berdasar hasil pendataan, sampai saat ini setidaknya ada 11 mapel yang defisit guru di tingkat kabupaten. Kekurangan terbesar adalah guru bimbingan konseling yang mencapai 70 orang. Lalu, disusul guru agama Islam yang kurang 56 orang dan pendidikan kewarganegaraan (PKN) 44 orang.
’’Kekurangan ini disebabkan beberapa hal. Mulai guru PNS yang pensiun sampai porsi jam pelajaran yang bertambah,’’ jelasnya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tidak langsung meminta sekolah mengisi kekurangan tersebut dengan menambah guru honorer. Sebaliknya, dikbud meminta sekolah untuk menunda dulu. Sebab, ada beberapa sekolah yang justru surplus guru. ’’Sebelum menentukan kebutuhan, harus kami lihat apakah ada kelebihan di sekolah lain,’’ ujarnya.

Dia mencontohkan, proporsi guru matematika. Di beberapa SMP, total permintaan untuk mengisi kekurangan guru matematika itu mencapai 10 orang. Setelah dicek, ternyata di sekolah lain ada yang berlebihan. Totalnya 12 orang. Artinya, di Sidoarjo justru kelebihan dua guru matematika di SMP. ’’Yang jelas, di akhir tahap, baru nanti kami tentukan formasi kebutuhan guru honorer di SMP negeri,’’ tegasnya.

Selama ini, lanjut dia, kekurangan guru baru bisa ditutupi oleh guru honorer. Namun, nasib guru honorer masih memprihatinkan. Mereka tak seperti guru di sekolah swasta yang bisa mendapatkan SK pegawai tetap dan lolos sertifikasi. Karena itu, ada rencana untuk memberikan tunjangan kepada guru honorer. ’’Perbup akan kami bahas Januari,’’ jelasnya.

(bil/c7/hud)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up