JawaPos Radar

Tunanetra Belajar Quran Braille

06/03/2017, 15:21 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tunanetra Belajar Quran Braille
BELAJAR BRAILLE: Andre (tengah) mendampingi anak-anak penyandang tunanetra belajar Alquran braille bersama orang tuanya di Resource Center. (Adi Wijaya/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Penyandang tunanetra kini bisa belajar mengaji dengan lebih mudah. Di Resource Center, orang tua anak-anak tunanetra bisa menyaksikan buah hati mereka mengaji dengan Alquran braille.

Ahmad Ulil Absor salah satunya. Buah hati Murtosiah yang akrab disapa Elbi itu kini semakin semangat belajar mengaji. ”Sebelumnya, belajar sambil mendengarkan orang mengaji,” ujar Murtosiah.

Elbi, kata Murtosiah, lahir dalam kondisi prematur. Baru berusia 6,5 bulan dalam kandungan, Elbi sudah lahir. Berbagai upaya dilakukan. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil. Elbi harus kehilangan penglihatan sejak kecil. ”Ingin terus mendidik sampai besar. Termasuk masalah ngaji,” ungkapnya.

Hal serupa dialami Aisyah Salsabila Rahma. Buah hati pasangan Zainal Anbiya dan Alfiyatul Wahidiyah itu juga lahir dalam kondisi prematur. Berat badan Aisyah hanya 1,1 kilogram. ”Kata dokter, penglihatan Aisyah terganggu,” terang Alfiyah.

Mendengar hal tersebut, Alfiyah sempat shock. Meski begitu, Alfiyah mengaku tetap bersyukur. Alfiyah tetap bertekad untuk mendidik buah hatinya. ”Tetap sekolah dan harus bisa mengaji,” tuturnya.

Andre Bagus Sugiharto, pendamping tunanetra yang juga mengalami gangguan penglihatan, menjelaskan bahwa anak-anak harus memahami huruf braille sebelum belajar Alquran braille. Huruf braille menjadi dasar untuk belajar jenis braille yang lain.

Andre mengakui, semangat anak-anak cukup tinggi. Mereka selalu antusias belajar. Hal itulah yang mendorong semangatnya untuk terus mengajar. Meski penglihatannya juga terganggu. ”Ikut senang melihat anak-anak semangat,” ungkapnya.

Kepala Resource Center Innik Hikmatin menyatakan, anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya dilatih sisi akademik. Sisi religius juga harus diperhatikan. ”Setiap hari hal pertama yang ditanyakan ke anak-anak adalah salat dan ngaji,” ujarnya.

Innik menyatakan, dengan adanya Alquran braille, anak-anak bisa mengaji dari dasar. Selama ini, anak penyandang tunanetra belajar dengan cara menirukan orang mengaji. Dengan Alquran braille, anak-anak bisa mengenal huruf dan bahasa Arab lebih baik. (adi/c6/roz/sep/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up