JawaPos Radar

Terbukti Fasilitasi Pesta Gay, Manajemen Hotel Ikut Ditindak

05/05/2017, 08:51 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Terbukti Fasilitasi Pesta Gay, Manajemen Hotel Ikut Ditindak
Kapolrestabes Surabaya Kombespol M Iqbal (DIDA TENOLA/JAWA POS)
Share this image

JawaPos.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya tidak mau setengah-setengah menangani kasus pesta gay yang digrebek Minggu dini hari (30/4). Setelah menetapkan tersangka, melakukan tes narkoba, pemeriksaan HIV/AIDS sampai psikologis pesertanya, kini polisi bersiap meminta keterangan manajemen hotel oval.

 

"Pihak hotel harus mempertanggung jawabkan kasus itu. Kami pasti akan memanggil manajemen hotel untuk dimintai keterangan," tegas Kapolrestabes Surabaya, Kombespol M Iqbal, Kamis sore (4/5). Hotel yang terletak di Jalan Diponegoro itu disinyalir tak terlalu selektif memilih tamu. Manajemen dianggap kurang mengontrol aktifitas penyewa kamarnya.

 

Polisi kelahiran Palembang itu melanjutkan, kurangnya kontrol pengawasan itu bisa dilihat dari terselenggaranya pesta gay. Bagaimana bisa, dua kamar hotel dipakai belasan orang. "Masak kamar hotelnya disewa untuk ditempati orang sebanyak itu, manajemen hotel tidak tahu," ungkapnya.

 

Jika nantinya pengelola hotel terbukti memfasilitasi pesta gay tersebut, jelas akan dijatuhi sanksi. Mereka akan ditindak sesuai sesuai hukum yang berlaku. Korps berseragam cokelat juga akan berkordinasi dengan Pemkot Kota Surabaya untuk meminta data dan tranck record Hotel Oval

 

Selain itu, polisi juga mengimbau kepada hotel-hotel lain di Surabaya agar tidak menyalahi fungsinya. Polisi tidak akan segan untuk pengolola hotel apapun jika terbukti membiarkan aktifitas asusila maupun kriminalitas. "Imbauan ini bukan hanya untuk Hotel Oval saja, tapi juga hotel-hotel lainnya agar selalu menjaga Kamtibmas," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 tersebut.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya mengamankan 14 orang gay yang sedang berpesta di dua kamar, di Hotel Oval. Saat pintu didobrak, mereka sedang melakukan bermacam aktifitas. Ada yang menonton film porno berkonten gay, mengobrol, sampai berhubungan badan.

 

Polisi menetapkan 8 tersangka. Tujuh dijerat UU pornografi, seorang dipidana karena membawa senjata tajam. Sedangkan sisanya dikenai wajib lapor sebagai saksi. Polisi juga berkordinasi dengan Dinkes Pemkot Kota Surabaya untuk mengetes HIV. Hasilnya, 5 dari 14 orang itu positif HIV/AIDS. (did/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up