JawaPos Radar

Puluhan Mobil Hias dan Pawai Budaya Akan Meriahkan Surabaya Vaganza

04/05/2018, 21:45 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Puluhan Mobil Hias dan Pawai Budaya Akan Meriahkan Surabaya Vaganza
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Hidayat Syah (kanan) saat menjelaskan rangkaian acara Surabaya Vaganza di kantor humas balai kota Surabaya (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah kota Surabaya akan menggelar pawai kendaraan hias, Minggu (6/5). Sebanyak 41 kendaraan berhias bunga, 42 iring-iringan budaya, dan drumband dari luar kota dan mancanegara akan memeriahkan acara bertajuk "Surabaya Vaganza" itu.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Hidayat Syah mengatakan, parade kali ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tiap peserta yang ikut pawai 80 persen akan menghias bodi mobilnya dengan bunga dan tanaman.

"Itu permintaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Bukan lagi stereofoam atau bahan hiasan lain. Peserta sudah setuju," kata Hidayat ditemui wartawan di kantor humas balai kota Surabaya, Jumat (4/5).

Iring-iringan pawai akan mulai di jalan Pahlawan (Tugu Pahlawan) pukul 08.00 WIB. Lokasi akhirnya, di taman Bungkul. Sejumlah budaya kota yang mewakili budaya Indonesia akan menyemarakan acaranya.

Antara lain, Maluku Barat, Jayapura, Bali Banjar, Lampung, Tapanuli, Nusa Tenggara Timur, Nias, Surakarta, Dumai, dan Magelang. Selain itu, sejumlah perwakilan budaya kota dari 7 negara Asia Pasifik juga turut memeriahkan acaranya.

Antara lain, Vietnam, Kamboja, India, Myanmar, Thailand, Tiongkok, dan Jepang. Tak hanya peserta pawai. Sebanyak 100 perwakilan kota dan gubernur negara-negara anggota United Nation Children's Fund (UNICEF) juga hadir.

"Mereka berkesempatan mengenalkan pakaian dan tarian adat. Jadi semua orang dsri luar kota surabaya dan mancanegara tertarik untuk menonton Surabaya Vaganza," kata Hidayat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, delegasi UNICEF itu sebenarnya akan datang pada Senin (6/5). Namun, karena mendengar kabar tentang adanya pagelaran Surabaya Vaganza, mereka sengaja memajukan jadwalnya.

Para delegasi itu berencana menggelar diskusi tentang kota ramah anak dari sejumlah aspek. Yakni, kenyamanan tata kota, pendidikan, kebijakan pemerintah kota Surabaya hingga metode pendampingan anak terhadap segala permasalahannya.

"Hasil diskusinya akan keluar berupa Deklarasi Surabaya," kata Antiek.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up