alexametrics

Tetapkan Tiga Pintu Masuk ke Lumpur Sidoarjo

3 Juli 2017, 20:47:16 WIB

JawaPos.com – Lumpur Sidoarjo (Lusi) masih diminati sebagai tempat wisata. Misalnya, pada Minggu (2/7) puluhan warga dari berbagai daerah datang silih berganti memadati kawasan tersebut. Pengunjung tampak menikmati hamparan lumpur itu. ”Kalau liburan seperti saat ini, yang datang ke Lusi kebanyakan pengunjung luar kota. Yang asing jarang,” kata Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Hengki Listria Adi.

Pengunjung umumnya masuk ke kawasan Lusi melalui dua titik. Yakni, titik 71 di Desa Ketapang dan titik 21 di Desa Siring. Dua titik tersebut berbatasan langsung dengan Jalan Raya Malang–Surabaya. Hengki menyatakan, pihaknya tidak pernah menghitung jumlah pengunjung Lusi. ”Karena tugas kita hanya melakukan pengelolaan lumpur dan tanggul. Untuk pariwisata, itu tugas Pemkab Sidoarjo,” jelasnya.

Pihaknya beberapa kali mengadakan audiensi bersama pemkab. Mereka membahas pengelolaan Lusi dan potensi wisata di dalamnya. Salah satu yang menjadi pembahasan belakangan ini adalah pintu masuk menuju Lusi. Nanti pintu masuk menuju kawasan tersebut dibatasi.

PPLS dan pemkab hanya akan menyisakan tiga pintu masuk menuju Lusi. Yakni, titik 35 di Desa Mindi, titik 71 di Desa Ketapang, dan titik 21 di Desa Siring. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pengawasan terhadap pengunjung. ”Kalau kelebihan muatan atau pengunjung, tanggul bisa jebol,” jelasnya.

Dalam setahun, PPLS mengeluarkan sejumlah dana khusus untuk merawat tanggul. Pasir dan tanah di atas tanggul kerap tergerus karena banyaknya kendaraan yang lewat. Semakin sering tanggul dilewati, semakin tipis permukaan tanggul. Padahal, hingga kini terdapat titik semburan baru dan volumenya terus bertambah. Peninggian tanggul dan perawatannya harus dilakukan setahun sekali. ”Jumlah tahunan perawatan tanggul belum bisa saya informasikan kepada publik karena sekarang masih tahap perpindahan dari BPLS ke PPLS,” terangnya.

Pembatasan pintu masuk juga berguna untuk meningkatkan peran pemerintah daerah. Saat ini beberapa oknum menjaga beberapa titik masuk. Oknum tersebut berasal dari warga sekitar. Hengki berharap pemkab segera membentuk tim khusus untuk menangani hal itu. Dengan begitu, pemasukan daerah bisa meningkat. ”Apalagi sekarang Lusi masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API). Kami berharap bisa bekerja sama mewujudkan potensi itu,” ungkapnya. (jos/c6/ai)

Editor : Suryo Eko Prasetyo

Saksikan video menarik berikut ini:


Tetapkan Tiga Pintu Masuk ke Lumpur Sidoarjo