alexametrics

Teken MoU Peluncuran Easy Tilang

2 Desember 2016, 20:24:00 WIB

JawaPos.com – Toetoeng Tri Harnoko terlihat girang meski sebetulnya, Kamis (1/12) dirinya terkena tilang. Mengapa?

Sebab, Toetoeng kini tidak perlu lagi berdesak-desakan dan antre untuk menjalani sidang di pengadilan. Dia bisa langsung membayar denda atas pelanggaran saat terkena tilang.

Mau bayar tunai melalui bank bisa. Bayar dengan kartu ATM juga boleh. Termasuk menggunakan kartu kredit bila memakai SMS Banking atau internet.

Bahkan, bisa membayar denda itu dengan electronic data capture (EDC) di minimarket. Nah, kegembiraan tersebut diluapkan Toetoeng dalam simulasi Easy Tilang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Adegan Toetoeng terkena tilang itu memang tidak betulan. Dia hanya mempraktikkan program anyar pembayaran denda tilang. Program tersebut resmi diluncurkan kemarin.

Peluncuran itu ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) program Easy Tilang antara PN Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kejari Sidoarjo, dan BRI Sidoarjo.

Ketua PN Sidoarjo Ifa Sudewi mengatakan, program tersebut merupakan langkah menuju reformasi birokrasi yang dicanangkan pemerintah.

Berdasar survei ombudsman, tilang merupakan layanan masyarakat yang paling banyak kena pungli. Untuk menghindari itu, dibuatlah terobosan tilang yang sederhana, mudah, gampang, tidak ribet, dan terhindar dari pungli.

Warga yang terkena tilang tidak harus menjalani sidang di pengadilan. Cukup melalui proses administrasi yang sederhana.

”Penyelesaian tilang tidak perlu sidang bertele-tele dan berdesak-desakan di pengadilan,” kata Ifa. Dengan sistem baru tersebut, pengadilan hanya menerima berkas pembayaran dari penyidik dan bukti pembayaran.

Kapolresta Sidoarjo AKBP Muhammad Anwar Nasir berharap Easy Tilang bisa go international. Dalam sistem tersebut disepakati bahwa seorang pelanggar yang terkena tilang didenda sesuai dengan kemampuan ekonomi lokal masyarakat.

Jika denda terlalu tinggi atau murah, masyarakat harus melaporkannya. ”(Easy Tilang) memudahkan saat menentukan pasal dan dendanya,” ujarnya.

Program tersebut juga menjadi beban moril kepolisian. Sebab, polisi lalu lintas yang menentukan pasal dan besaran denda.

Karena itu, Anwar berpesan agar hal tersebut tidak menjadi kesewenang-wenangan aparat kepolisian. ”Tapi, dengan program ini, jangan sampai polisi juga ditipu-tipu,” ucapnya.

Dia mencontohkan, orang yang membayar melalui EDC menginformasikan sudah setor Rp 70 ribu. Ternyata bayarnya hanya Rp 7 ribu. Dalam bukti pembayaran, angka nolnya ditambahi. (may/c7/hud/sep/JPG)

Editor : admin



Close Ads
Teken MoU Peluncuran Easy Tilang