JawaPos Radar

Pemkot Terus Genjot Green Building

Bikin IPAL Rp 3 Miliar

01/05/2014, 01:10 WIB | Editor: admin
Pemkot Terus Genjot Green Building
SEGAR: Tanaman merambat menggelantung di selasar kantor Dinas PU Bina Marga Pemkot. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos) ()
Share this image

SURABAYA – Pemkot Surabaya merealisasikan janji menerapkan konsep green building di kantor pemerintahan. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya sedang melelang paket pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan solar cell untuk lampu hemat energi di balai kota.

Kabid Permukiman DCKTR Surabaya Lilik Arijanto menuturkan, saat ini proyek IPAL dan solar cell itu masuk tahap lelang. Rencananya, pada pertengahan tahun ini pembangunan dimulai.

Anggaran untuk pembangunan di balai kota itu mencapai Rp 3 miliar. Dia menjelaskan, pembangunan IPAL tersebut memang membutuhkan anggaran yang besar. ”Sebab, anggaran ini gabungan beberapa pekerjaan, seperti pembangunan kamar mandi,” jelasnya.

DCKTR menargetkan, jika pembangunan dimulai awal tahun, pada November mendatang pembangunan bisa selesai. Dengan demikian, semua air yang digunakan di pemkot bisa diolah dengan IPAL tersebut. ”Lampu yang memakai solar cell juga akan sangat hemat,’’ ujarnya.

Karena telah menerapkan pembangunan dengan konsep green building, saat ini suasana di balai kota sudah hijau dan teduh. Sejumlah tanaman merambat ditanam hampir di semua atap perkantoran di balai kota. ”Balai kota sekarang sangat hijau,” paparnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto menyatakan, mestinya tidak hanya gedung perkantoran yang mulai dibangun dengan konsep green building. ”Harus semuanya,” ujarnya.

Terutama tempat pelayanan publik, seperti terminal dan kantor uji kir. Dia menjelaskan, tempat berkumpulnya orang banyak itu membutuhkan green building agar lebih sejuk. Sebab, cuaca di Kota Pahlawan belakangan ini memang cukup panas. ”Jadi, bisa terasa di masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, kalau perlu, semua gedung dibangun dengan konsep green building. Dia menyatakan, jika kebijakan tersebut direalisasikan, hal itu tentu bisa membuktikan keseriusan pemkot. ”Apalagi dalam jangka panjang bisa lebih murah,” ujarnya.

Dengan begitu, lambat laun gedung-gedung swasta akan meniru apa yang telah digaungkan pemkot. Dia mengatakan, kalau sudah terbukti biaya pengelolaan gedung lebih murah, tentu swasta akan mau ikut. ”Siapa yang tidak mau efisien,” paparnya. (idr/c6/end)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up