JawaPos Radar

Bupati Marah Melihat Proyek Pembangunan Gelora Joko Samudro

19/10/2017, 21:41 WIB | Editor: Miftakhul F.S
Gelora Joko Samudro
CEK: Bupati Gresik Sambari Halim kecewa dengan pemasangan pagar Gelora Joko Samudro. (Aris Imam/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto marah lagi. Meski beberapa proyek fisik pernah ”disemprit” karena tidak sesuai rencana, masih ada saja yang berani menggarap proyek seenaknya. Kasus kali ini adalah pembangunan sarana-prasarana Gelora Joko Samudro. Pagarnya bermasalah.

Sambari meminta pagar itu diganti. ”Kalau didorong, pagar ini bisa roboh. Saya minta ganti!” ujarnya. Sebenarnya, sorotan bupati pernah disampaikan awal Oktober ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik. Namun, perintah tersebut tak kunjung ditindaklanjuti. Proyek tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pagar belum diganti.

Mengapa harus diganti? Pagar pembatas stadion itu hanya menggunakan pipa besi berukuran 2 dim. Padahal semestinya minimal 3 dim. Pagar pembatas harus kuat karena menyangkut kehadiran puluhan ribu penonton. Sambari juga berusaha mendorongnya. Pagar tersebut goyang.

Nah, ternyata, kesalahan spesifikasi pipa besi itu dilakukan dinas PUTR sendiri. Buktinya, dalam dokumen proyek, spesifikasi pagar memang hanya 2 dim. ’’Makanya, saya minta diganti,” katanya.

Dari pipa pagar pembatas, Sambari melanjutkan pemeriksaannya ke bagian proyek di dalam stadion. Dia menilai rumput stadion kurang dirawat. Rata-rata mengering. Kondisi rumput tersebut juga pernah disorot Komisi IV DPRD Gresik.

Selain itu, lapisan beton untuk sentel ban dinilai tidak bagus. Tribun belum juga sempurna. Namun, doktor lulusan Unair tersebut enggan berkomentar lebih banyak.

Sekretaris Dinas PUTR Gresik Ahmad Washil mengakui, spek awal pagar itu memang hanya dua dim. Meski demikian, dia memastikan perbaikan dilakukan sesuai permintaan bupati. ’’Sudah menyiapkan bahan. Sebagian mulai dipasang,” terangnya.

Bagaimana soal rumput stadion? Menurut Washil, pemeliharaan telah dilakukan. ”Secara umum, sudah ada perbaikan. Namun, butuh waktu agar benar-benar sempurna,” tuturnya.

Proyek lanjutan Gelora Joko Samudro tersebut berlangsung mulai Mei dan berakhir pada November. Anggarannya mencapai Rp8 miliar. Washil yakin proyek itu cepat selesai dan tidak bermasalah. ”Jika tak ada perubahan, akhir Oktober sudah tuntas,” ujarnya.

Sejak soft launching pada akhir 2014, pembangunan Gelora Joko Samudro telah menelan dana sebesar Rp276 miliar. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp800 miliar lagi agar stadion berskala internasional tersebut benar-benar layak pakai. Pemkab memilih menyelesaikan bangunan itu secara bertahap sembari menunggu bantuan dana dari pemerintah pusat. Pada 2018, pemkab masih menganggarkan dana tambahan Rp20 miliar untuk penyempurnaan sentel ban.

(ris/c18/roz/ce1)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up