JawaPos.com - Terlalu sering melakukan treatment seperti catok, curly, maupun cat akan berpengaruh pada kesehatan rambut. Pelan-pelan rambut akan terlihat kering, kusam, atau bahkan pecah di beberapa titik. Sejumlah persoalan rambut juga disebabkan kurangnya asupan protein pada kulit kepala.
Dilansir dari Women's health, (23/4), 90 persen rambut terbuat dari protein. Sehingga, beberapa penata rambut dan dermatologists bahkan artis Kim Kardashian, terobsesi dengan perawatan protein.
“Protein memperkuat rambut, melindunginya dari kehilangan kelembapan yang berlebihan, membuatnya lebih tebal dan terlihat lebih berkilau dan sampai batas tertentu, serta memperbaiki kerusakan,” kata dokter kulit Francesca Fusco, M.D., dari Wexler Dermatology di NYC.
Biasanya kandungan protein terdapat dalam bentuk kondisioner, serum, atau masker yang membantu memperbaiki kerusakan rambut agar lebih kuat dan sehat. Meski baik, jika berlebihan menggunakan protein, rambut bisa menjadi kaku dan rentan terhadap kerusakan.
Lalu, protein seperti apa yang bisa digunakan untuk rambut?
1. Protein Tradisional
Banyak resep olahan tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk rambut. Cobalah mengembalikan protein rambut dengan kombinasi minyak zaitun dan kuning telur. Kedua bahan tersebut dapat membantu membuat rambut terasa lebih lembut. Anda juga dapat mencampurkan yogurt dengan madu dan minyak kelapa untuk membuat masker rambut yang sangat dingin.
2. Hair Mask Protein
Hair mask protein pada dasarnya adalah masker rambut yang diolah. Ini sering memiliki campuran bahan-bahan seperti keratin dan protein sutra, yang memberikan rambut perbaikan ganda. "Beberapa memiliki kandungan minyak kelapa, yang terbukti menembus dan memperkuat rambut dan dapat membuatnya sedikit lebih lentur," jelas Perry Romanowski, ahli kosmetik kimia.
Sementara itu, protein di dalamnya dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut. Terutama rambut yang sering diwarnai. Maka cobalah lakukan treatment ini sebulan sekali.