← Beranda

Tutupi Bekas Jerawat Dengan Filler, Amankah?

Nurul Adriyana SalbiahKamis, 19 April 2018 | 02.23 WIB
Salah satu cairan filler bernama Bellafill banyak digunakan untuk menutup bekas jerawat.

JawaPos.com - Berbagai cara dilakukan orang untuk menghilangkan bekas jerawat pada wajah. Biasanya menggunakan produk kecantikan berbasis anti acne. Namun tak jarang, orang melakukan cara ekstrim seperti suntik filler untuk menyamarkan noda bekas jerawat.


Dilansir dari Womanshealth, Rabu (18/4), salah satu cairan filler bernama Bellafill, saat ini banyak digunakan untuk menutup bekas jerawat. Cairan ini satu-satunya obat jangka panjang yang disetujui oleh FDA untuk mengobati bekas jerawat.


Bellafill menggunakan campuran kolagen dan akrilik dengan cara menyuntikkan zat ke dalam bekas luka jerawat. Fungsinya untuk mengisi ruang kosong pada kulit akibat bekas jerawat. Menurut American Society of Plastic Surgeons, bellafill menggunakan bahan seperti asam hyaluronic dan polylactic, atau kalsium hydroxylapatite.


Kelebihan utama dibandingkan dengan filler jenis lainnya, Bellafill mempunyai sifat permanen. Bellafill secara resmi menyatakan bahwa produk ini tahan selama satu tahun untuk mengobati bekas jerawat.


Namun apakah dari segi medis, penggunaan filler jenis Bellafill aman untuk kesehatan? Seorang dokter dermatologi dari New York City, Debra Jaliman, M.D., mengatakan seiring bertambahnya usia, kulit akan melorot dan wajah berubah. Filler permanen tidak berubah seiring waktu dan bisa terlihat palsu.


Sebelum memutuskan filler untuk menutup bekas jerawat, sebaiknya harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini.


1. Kenali Jenis Jerawat


Steven R. Cohen, M.D., yang berpartisipasi dalam studi FDA menggunakan Bellafill dalam latihannya. Namun, dia mencatat bahwa itu bukan untuk semua orang. Tidak semua orang mendapat manfaatnya. Bellafill tidak dirancang untuk jenis bekas jerawat kuping.


2. Kandungan dan Efek Samping


Bellafill terdiri dari 80 persen bovine collagen gel, dan 20 persen PMMA, yang merupakan polymethylmethacrylate, sejenis akrilik untuk keperluan medis. Menurut dokter kulit NYC Neal Schultz, M.D., pengisi sintetis seperti Bellafill dapat menyebabkan reaksi alergi. Dia mengatakan peradangan yang disebabkan oleh bahan pengisi semacam itu dapat mengarah pada tanda-tanda merah dan pengeringan kista yang berbahaya. Ini juga dapat menyebabkan benjolan, infeksi, kemerahan, bahkan resiko kebutaan.


“Tes kulit untuk Bellafill direkomendasikan untuk setiap pasien sebelum disuntikkan,” kata dokter kulit asal Miami, S. Manjula Jegasothy.


3. Bukan Untuk Vegetarian


Jika Anda vegetarian atau vegan, maka pertimbangkan kembali untuk suntik Bellafill. Bagian kolagen Bellafill berasal dari sumber bovine dan bisa menimbulkan masalah bagi banyak pasien. Saat ini tidak ada pengisi kolagen lain yang disetujui FDA di pasaran, khususnya bagi mereka yang sedang diet. Sebagai gantinya disarankan menggunakan pengisi hyaluronic sintetis..

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah