← Beranda

3 Penyebab Overstimulated dan Cara Mengatasinya agar Pikiran dan Tubuh Kembali Seimbang​

Rediva Ananda PutriSabtu, 29 November 2025 | 06.15 WIB
Ilustrasi overstimulated (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh rangsangan seperti sekarang, tak jarang kita merasa kewalahan saat otak dan tubuh seperti terus dipaksa memproses terlalu banyak hal sekaligus. Kondisi itu dalam psikologi dikenal sebagai overstimulated, di mana rangsangan sensorik maupun emosional melebihi kapasitas toleransi seseorang. Melansir dari Halodoc, overstimulated bisa muncul ketika seseorang terpapar berbagai informasi dan aktivitas secara terus-menerus, sehingga timbul stres, kecemasan, atau kelelahan mental.

Sementara Alodokter menjelaskan bahwa dalam era digital dan gaya hidup modern dengan gawai, media sosial, dan tuntutan pekerjaan atau sekolah, paparan rangsangan tak henti bisa memicu overstimulasi tanpa kita sadari. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan menimbulkan gangguan psikologis maupun fisik.

Mengenali penyebab overstimulated sangat penting agar kita bisa mengambil langkah nyata untuk mengatasinya bukan dengan memaksakan diri terus, tetapi memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Penyebab Overstimulated

1. Paparan Gadget dan Media Digital Berlebihan

Salah satu penyebab utama overstimulated adalah penggunaan gawai seperti smartphone, komputer, televisi secara intens dan terus-menerus. Setiap notifikasi, konten, atau informasi baru memaksa otak untuk berproses ulang hingga kita kelelahan mental.

2. Lingkungan yang Bising atau Ramai

Lingkungan dengan kebisingan tinggi, keramaian, cahaya terang, atau banyak aktivitas bisa memicu overstimulasi. Indra kita bekerja ekstra keras untuk menyaring rangsangan, dan jika berlangsung lama maka pikiran serta tubuh akan mudah merasa stres. 

3. Tekanan, Deadline, atau Beban Tugas yang Menumpuk

Tuntutan pekerjaan, studi, atau kehidupan pribadi yang tinggi disertai multitasking, tekanan waktu, dan ekspektasi besar bisa menjadi pemicu overstimulated. Stres terus-menerus dan kurang istirahat membuat toleransi kita terhadap rangsangan makin rendah.

Cara Mengatasi Overstimulated

- Cari Ruang dan Waktu Tenang

Jika merasa kewalahan, cobalah menjauh dari sumber rangsangan seperti matikan notifikasi, cari ruangan yang tenang dan redup, atau kelilingi diri dengan suasana tenang. Memberi jarak terhadap stimulus eksternal bisa membantu menenangkan sistem saraf.

- Batasi Penggunaan Gadget & Rutinitas Digital

Mengurangi waktu layar terutama sebelum tidur dapat membantu otak dan tubuh memulihkan diri. Mengatur jadwal penggunaan gadget dan memberi jeda sejenak dari media digital bisa menurunkan risiko overstimulasi.

- Lakukan Relaksasi dan Jaga Pola Hidup Seimbang

Teknik pernapasan dalam, meditasi ringan, berjalan santai, atau tidur cukup ialah cara efektif meredakan stres dan memulihkan energi. Aktivitas fisik dan ritme tidur yang sehat membantu mengembalikan keseimbangan mental dan fisik.

Overstimulated bukan sekadar rasa lelah biasa, itu adalah sinyal bahwa tubuh dan pikiran kita butuh jeda, penanganan, dan keseimbangan ulang. Dengan mengenali penyebab, memerhatikan gejala, serta menerapkan langkah nyata seperti detoks digital dan istirahat berkualitas, kita bisa mencegah dampak lebih serius.

Memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak bukan tanda lemah, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan fisik kita. Bila rasa kewalahan terus muncul meski sudah mencoba meredakannya, jangan ragu untuk mencari dukungan profesional.

EDITOR: Candra Mega Sari