← Beranda

Inilah 6 Kebiasaan Gaya Hidup yang Bisa Merusak Liver Anda, Salah Satunya Stres Berlebihan

Rabbany WanadrianiKamis, 20 November 2025 | 19.55 WIB
ilustrasi orang yang stres berlebihan. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Hati atau liver berfungsi untuk menyaring racun, mencerna makanan, dan mengatur metabolisme.

Organ hati juga bekerja keras untuk menjaga kesehatan, namun kebiasaan tertentu dapat melemahkan fungsinya seiring waktu. 

Kebiasaan-kebiasaan ini menambah beban pada hati Anda, menyebabkan jaringan parut pada hati, dan akhirnya merusak organ tersebut.

Dilansir ndtv, berikut enam kebiasaan yang sering diabaikan yang mungkin merusak hati tanpa Anda sadari.

Baca Juga: 10 Kebiasaan Gaya Hidup Orang Prancis yang Membuat Penuaan Terlihat Elegan Bukan Menakutkan Menurut Psikologi

  1. Konsumsi terlalu banyak gula dan makanan ultra-olahan

Konsumsi gula berlebih, terutama melalui soda, camilan kemasan, dan karbohidrat olahan dapat menambah beban ekstra pada hati untuk memetabolisme fruktosa berlebih menjadi lemak.

Demikian pula, makanan ultra-olahan yang mengandung banyak zat aditif, pengawet, dan lemak tidak sehat membebani kemampuan detoksifikasi hati.

  1. Gaya hidup sedentary

Menghabiskan banyak waktu duduk, baik di meja kerja maupun di depan layar, memperlambat metabolisme dan berkontribusi pada penumpukan lemak di hati.

Aktivitas fisik yang teratur bantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko perlemakan hati sehingga aktivitas fisik harian menjadi lebih protektif.

Baca Juga: 7 Rutinitas Harian yang Menentukan Gaya Hidup Kelas Menengah Atas, Apa Saja?

  1. Penggunaan obat pereda nyeri yang berlebihan

Konsumsi obat-obatan umum yang sering, seperti parasetamol, beberapa antibiotik, dan ramuan herbal pada akhirnya akan menambah beban pada hati.

Dalam dosis besar atau tanpa anjuran dokter, obat-obatan tersebut dapat menyebabkan peradangan atau bahkan toksisitas hati.

Hal ini pada akhirnya menyebabkan jaringan parut dan kerusakan hati.

  1. Kebiasaan tidur yang buruk

Kurang tidur kronis meningkatkan stres oksidatif dan mengganggu jalur metabolisme.

Hal ini berdampak negatif pada cara hati memetabolisme lemak dan racun. Siklus tidur yang buruk juga memengaruhi regulasi hormon sehingga secara tidak langsung merusak hati.

  1. Tingkat stres tinggi

Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, yang memengaruhi distribusi lemak, kadar gula darah, dan peradangan, yang seiring waktu dapat memengaruhi fungsi hati.

  1. Paparan racun lingkungan

Dari pembersih rumah tangga hingga polusi udara, bahan kimia yang terhirup atau terserap menambah beban racun pada hati.

Paparan yang berkepanjangan dapat melemahkan kemampuan detoksifikasi alami hati.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho