JawaPos.com – Cita-cita Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia bukanlah hal yang muStahil. Industri modest fashion sendiri bisa dikatakan sudah sangat maju dan kuat di dalam negeri. Buktinya, beberapa karya desainer dan jenama lokal mampu mendominasi di dalam negeri. Bahkan dilirik panggung internasional.
Berbagai perhelatan mode pun digelar yang melibatkan para pelaku industri modest fashion, pihak swasta hingga pemerintah. Tak hanya di dalam negeri, para desainer dan jenama pun mulai eksis di panggung global.
Saat dihubungi JawaPos.com, Ketua Nasional Indonesia Fashion Chamber (IFC) Lenny Agustin, mengungkapkan, untuk bisa disebut sebagai pusat mode tentunya bukan hanya bicara event saja. Tapi bagaimana industri modest fashion Indonesia menginspirasi dunia, hingga menjadi pusat perdagangan.
Dikatakan Lenny, saat ini Indonesia telah diakui sebagai produsen dan pelaku industri modest fashion global yang patut diperhitungkan. Hal ini berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIE) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat pertama dunia, dalam sektor modest fashion.
Padahal, pada 2021 Indonesia masih menduduki peringkat ke-3. Kini berhasil menempati posisi pertama pada 2025, mengungguli Malaysia, Italia, Turki, dan Singapura.
Lantas, apakah berarti modest fashion Indonesia sudah menjadi rujukan global? Diungkapkan Lenny, Indonesia masih belum bisa sepenuhnya menyaingi produk internasional. Terlebih saat ini, industri mode di Eropa hinga AS menggabungkan modest fashion dalam koleksi mereka. Bahkan menjadi tren.
Untuk itu, sisi kreativitas dalam menciptakan karya modest fashion harus selalu ditingkatkan. Apalagi potensi kreativitas ide, budaya, dan teknik produksi sesungguhnya bisa jadi kekuatan utama.
Namun, kreativitas bukanlah satu-satunya hal yang perlu ditingkatkan menuju Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Masih ada beberapa hal yang tentunya juga perlu diperhatikan oleh pemerintah. Seperti Infrastruktur regulasi, logistik, dan biaya pengiriman ekspor yang masih menjadi hambatan bagi pelaku industri.
Selain itu, diungkapkan Lenny, banyak pelaku industri yang belum mampu melakukan produksi skala besar. Banyak brand masih berproduksi dalam skala kecil, custom, atau semi handmade, sehingga terkendala dalam efisiensi dan skala.
“Sehingga PR Indonesia msh banyak, dan memerlukan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku industri ini,” ujar Lenny.
Event Modest Fashion
Event-event modest fahsion dalam negeri pun ramai diadakan sepanjang tahun. Seperti IN2MOTIONFEST yang digagas Bank Indonesia bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC).
IN2MOTIONFEST konsisten mengedepankan gerakan kolektif, kolaborasi, dan sinergi berbagai pihak mulai dari Kementerian/Lembaga lintas sektor, pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai 1 (satu) visi bersama, menjadikan Indonesia pusat modest fashion dunia.
“Alhamdulillah, Indonesia is the largest modest fashion in the world. Melalui IN2MOTIONFEST kita wujudkan one vision, we will maintain Indonesia as the biggest modest fashion country,” papar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam perhelatan IN2MOTIONFEST 2025.
Salah satu kebaruan dalam perhelatan IN2MOTIONFEST tahun ini adalah perluasan peran dan kontribusi Kementerian/Lembaga yang terlibat dengan mengusung visi bersama, yaitu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan ragam inisiasi program strategis, diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi desainer lokal dan nasional serta pengrajin wastra, untuk meningkatkan eksposur produk serta akses pasar, baik domestik maupun global.
Selain IN2MOTIONFEST, salah satu bentuk komitmen dan dukungan untuk industri modest fashion terlihat dalam perhelatan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026. Mendag Budi Susanto mengungkapkan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, JMFW telah menjadi platform penting dalam memperkenalkan karya desainer nasional ke dunia.
Termasuk pencapaian Indonesia yang menempati peringkat pertama dunia, dalam sektor modest fashion. “Pencapaian ini tidak semata didasarkan oleh nilai ekonomi, melainkan hasil dari sinergi antara pemerintah, pelaku industri fashion, dan desainer dalam membangun ekosistem modest fashion Indonesia,” kata Mendag Busan.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi berharap, JMFW 2026 dapat menjadi wadah yang memperkuat kolaborasi antara pemangku kepenting baik pemerintah, asosiasi, desainer, pelaku usaha, akademisi, dan sektor swasta untuk memantapkan posisi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.
“Meski baru memasuki tahun kelima penyelenggaraan, JMFW memiliki cita-cita besar untuk menjadikan modest fashion Indonesia go global dan kalau bisa menjadi terdepan. Kami berharap JMFW dapat menjadi wadah penjenamaan yang kuat bagi produk-produk lokal agar produk kita bisa menguasai pasar dalam negeri dan pasar dunia,” ujar Puntodewi.