JawaPos.com - Perempuan biasanya menuntut pasangan untuk berani komitmen dan serius ke arah selanjutnya. Tak jarang kaum hawa merengek meminta pasangan untuk dikenalkan kepada orang tua. Sebab perempuan butuh kejelasan dan komitmen.
Namun tak sedikit pula pria yang takut berkomitmen. Mereka tak acuh atau sengaja mengulur waktu ketika perempuan sudah mulai memberikan kode. Kondisi ini pasti membuat kaum hawa galau.
Seringkali pria fobia komitmen, takut memberikan janji atau kata-kata kepada seseorang yang mereka kencani. Bagi orang-orang seperti itu, komitmen adalah halangan. Terkadang, menjalin hubungan dengan pria tak peduli komitmen tentu membuat kesal. Maka sebelum berlarut-larut, cek tanda-tandanya seperti dilansir dari Boldsky, Jumat (13/4).
Menghindar
Orang takut komitmen akan sangat impulsif dan menghindar ketika janjinya ditagih.
Tak Punya Sahabat Sejati
Coba cek, orang yang takut komitmen biasanya tidak pernah memiliki teman sejati. Dia mungkin memiliki teman tetapi bukan sahabat.
Hanya Hubungan Jangka Pendek
Sering berganti pasangan dan hanya bertahan pada hubunhan jangka pendek karena niatnya memang tidak pernah serius.
Tak Serius
Terlihat gayanya terlalu santai dan hubungan cenderung berjalan di tempat.
Panik
Terlihat mereka panik saat pasangan sudah mulai meminta ini dan itu. Berkeringat atau berusaha mengalihkan pembicaraan.
Takut Bicara Masa Depan
Paling alergi saat berbicara tentang target masa depan. Saat pasangan berbicara soal rumah tangga, menikah dan bayi, maka dia akan menghindar.
Putus Hubungan Sepihak
Mereka memutuskan hubungan sepihak. Dan tidak pernah bisa memberikan penjelasan konkret alasan mereka mengatakan putus.
Tak Mengajak Pasangan kepada Keluarga
Hampir tidak pernah mengajak pasangan ke rumahnya bertemu dengan adik dan kakaknya apalagi orang tuanya. Sebab berkenalan dengan orang tua dianggap sudah terlalu jauh.
Tertutup
Mereka cenderung tak mau diketahui apa yang sedang dilakukan, dengan siapa, dan sedang di mana. Sebab mereka tak mau terikat.
Hanya Aktif secara Seksual
Mereka hanya menginginkan hubungan kontak fisik. Bisa sampai kepada hubungan seksual, bahkan sekadar mengisi kekosongan atau kesepian.