← Beranda

Dari Pencernaan hingga Kulit, Ini 9 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

Tania Sani Achmad AminJumat, 9 Mei 2025 | 03.52 WIB
Ilustrasi: Buah naga. (Pexels)

JawaPos.com – Buah naga, dengan bentuknya yang unik dan warna yang mencolok, bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga kaya akan manfaat bagi kesehatan.

Meskipun sering ditemukan di negara-negara tropis, popularitas buah ini semakin meluas berkat manfaatnya yang luar biasa.

Baik daging buah yang berwarna cerah maupun kulitnya yang khas, semuanya menyimpan nutrisi yang penting bagi tubuh karena kaya akan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh, mulai dari serat, vitamin C, hingga antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas.

Melansir dari laman WebMD, Kamis (8/5), dalam artikel ini akan mengupas tuntas 9 manfaat utama yang bisa diperoleh dari buah naga.

1. Mencegah kerusakan oksidatif

Buah naga mengandung banyak zat alami yang kaya akan antioksidan, seperti flavonoid, asam fenolik, dan betasianin.

Zat-zat ini berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, yaitu molekul berbahaya yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker dan penuaan dini.

2. Membantu menjaga berat badan

Buah naga secara alami mengandung banyak serat dan sedikit kalori, serta kaya air, seperti kebanyakan buah lainnya.

Karena tinggi serat, buah ini cocok dijadikan camilan sehat, karena dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan terus-menerus.

3. Meredakan sembelit

Buah naga adalah sumber serat yang sangat baik, yang bisa membantu melunakkan tinja dan mempermudah buang air besar.

Karena itu, buah ini bisa berfungsi sebagai pencahar alami yang ringan, serta baik untuk menjaga kesehatan pencernaan.

4. Membantu menurunkan gula darah

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa zat-zat dalam buah naga mungkin bisa membantu menurunkan kadar gula darah.

Caranya adalah dengan membantu memperbaiki sel-sel di pankreas yang memproduksi insulin, yaitu hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh.

Namun, penelitian pada manusia, terutama pada penderita diabetes, masih terbatas dan hasilnya belum bisa disimpulkan secara pasti.

5. Meningkatkan kesehatan usus

Buah naga mengandung prebiotik, yaitu jenis serat khusus yang menjadi makanan bagi bakteri baik (probiotik) di usus.

Dengan mengonsumsi prebiotik dari buah naga, jumlah bakteri baik seperti lactobacillus dan bifidobacterium bisa meningkat.

Bakteri baik ini membantu melawan kuman penyebab penyakit, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan juga membantu pencernaan makanan agar berjalan lebih lancar.

6. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Selain mengandung prebiotik yang baik untuk usus dan kekebalan tubuh, buah naga juga kaya akan vitamin C dan antioksidan lainnya. Nutrisi-nutrisi ini bekerja sama untuk memperkuat sistem imun, sehingga tubuh lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit.

7. Mengurangi peradangan

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat pada daging dan kulit buah naga bisa membantu mengurangi peradangan dalam tubuh, yang sering kali dapat menjadi pemicu berbagai penyakit.

8. Meningkatkan kadar zat besi

Zat besi memiliki peran penting dalam mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh serta menjaga tingkat energi.

Meskipun buah naga mengandung zat besi dalam jumlah kecil, yaitu kurang dari 1 gram dari total kebutuhan harian yang direkomendasikan (8–27 gram untuk orang dewasa), buah ini tetap memberikan manfaat.

Selain itu, kandungan vitamin C dalam buah naga berfungsi untuk meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan zat besi, baik dari buah ini maupun makanan lainnya.

9. Meningkatkan kesehatan kulit

Pola makan yang kaya akan sayuran dan buah-buahan, seperti buah naga, dapat mendukung kesehatan kulit.

Salah satu faktor utamanya adalah kandungan vitamin C, yang berperan penting dalam produksi kolagen, juga membantu proses perbaikan kulit saat terjadi luka atau cedera.

Aktivitas antioksidan yang dimiliki vitamin C dapat membantu mengurangi kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, meskipun penelitian pada manusia masih terbatas untuk membuktikan hal ini.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho