JawaPos.com - Beragam jenis bahan pashmina tersedia di pasaran, masing-masing dengan karakteristik unik yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya. Dari bahan yang ringan hingga tebal, dari yang flowy hingga kaku, setiap jenis pashmina menawarkan kelebihan tersendiri.
Dilansir rumahprintsublim.id dan blog.knitto.co.id, berikut adalah 11 jenis bahan pashmina dan tips memilih warnanya sesuai undertone atau rona kulit kamu. Jadi mana yang akan kamu pilih untuk Lebaranmu?
Jenis Bahan Pashmina
1. Pashmina Katun
Sebagai salah satu bahan kain yang paling umum digunakan dalam pembuatan pakaian, katun juga sering dimanfaatkan untuk hijab, termasuk pashmina. Meskipun tergolong cukup tebal, kain katun dibuat dari serat khusus yang tetap memberikan kenyamanan tanpa rasa gerah saat dikenakan. Bahan katun juga dikenal sebagai bahan yang lembut, ringan, nyaman dan mudah dibentuk
2. Pashmina Crincle
Sesuai dengan namanya, pashmina crinkle dibuat dari kain bertekstur sedikit kusut, licin, namun lembut, sehingga tetap nyaman saat digunakan. Salah satu kelebihan dari jenis pashmina ini adalah kemampuannya yang lebih mudah dibentuk dan menyesuaikan dengan bentuk wajah penggunanya. Selain itu, kamu tidak perlu menyetrika karena memang bahannya bertekstur. Inilah yang menjadikannya sebagai pilihan favorit bagi banyak hijabers.
3. Pashmina Jersey
Pashmina jersey memungkinkan kamu berkreasi dengan berbagai gaya hijab menarik berkat bahannya yang tebal, ringan, namun tetap fleksibel dan mudah dibentuk. Dengan pashmina ini, kamu bisa dengan cepat menciptakan tampilan turban atau model pashmina "mleyot" yang dikenal stylish namun tetap effortless.
4. Pashmina Spandek
Bahan ini menjadi pilihan ideal bagi mereka yang mudah berkeringat, karena mampu menyerap keringat dengan baik. Pashmina berbahan spandex tetap nyaman digunakan sepanjang hari, bahkan saat cuaca panas.
Dikenal dengan sifatnya yang stretchy dan kemampuannya menempel dengan baik pada kulit, termasuk di area kepala, pashmina ini mudah dibentuk sesuai kontur wajah. Untuk menghindari pergeseran, cukup gunakan ciput sebagai dalaman.
5. Pashmina Voal
Pashmina voal sangat cocok bagi mereka yang memiliki wajah bulat dan ingin menciptakan kesan lebih tirus. Dikenal dengan teksturnya yang lembut dan halus, pashmina berbahan voal memiliki permukaan yang nyaman dan lebih ringan dibandingkan pashmina berbahan diamond italiano. Pashmina bahan voal juga tidak nerawang, mudah dibentuk dan tidak mudah geser, serta memberikan kesan elegan bagi pemakainya
6. Pashmina Sifon
Bahan sifon memiliki keunggulan tidak mudah kusut dan mudah dibentuk. Namun, karena sifon tergolong tipis dan ringan, disarankan untuk menggunakan tambahan inner agar aurat di bagian kepala tetap tertutup dengan baik dan tidak terlihat dari luar hijab.
Pashmina berbahan sifon sangat populer di kalangan, baik untuk acara formal seperti pesta maupun untuk keperluan kerja. Pashmina sifon juga ideal untuk penggunaan sehari-hari, terutama bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi.
7. Pashmina Ceruti
Bahan ceruti dikenal halus dan tipis, sehingga sulit dibedakan dari pashmina berbahan sifon. Namun, perbedaannya terletak pada permukaan kainnya, di mana ceruti memiliki tekstur khas yang menyerupai kulit jeruk.
Karena bahannya yang tipis dan cenderung transparan pada warna tertentu, disarankan untuk memakai inner agar lebih nyaman. Pashmina ini memberikan efek flowy sehingga terlihat feminim dan manis bagi penggunanya
8. Pashmina Diamond Italiano
Dengan tekstur permukaan yang menyerupai butiran pasir dan ketebalan yang cukup, pashmina ini memberikan tampilan yang elegan tanpa membuat bagian kepala terlihat menerawang.
Pashmina diamond italiano menjadi pilihan favorit para hijabers untuk menghadiri acara-acara spesial, seperti pesta, kondangan, atau acara formal lainnya. Selain itu, pashmina diamond italiano memiliki keunggulan tidak mudah kusut dan sangat fleksibel dalam pembentukannya
9. Pashmina Kashmir
Menggunakan pashmina kashmir dapat memberikan kesan wajah yang lebih berisi sekaligus tetap terlihat rapi. Namun, saat mengenakannya, diperlukan ketelitian dalam menata bentuknya agar tampilan tetap terjaga dengan baik dan memberikan kesan yang lebih rapi. Pashmina jenis ini sangat sesuai untuk kamu yang memiliki bentuk wajah kecil, oval, atau menyerupai telur.
10. Pashmina Wolfis
Keunggulan adalah bahan wolfis yang tidak mudah kusut, sehingga mampu menjaga tampilan tetap rapi sepanjang hari. Selain itu kain ini memiliki karakteristik ringan dan jatuh secara elegan di bahu, memberikan kesan anggun serta feminin bagi pemakainya. Teksturnya yang tidak terlalu licin membuatnya mudah dibentuk tanpa perlu banyak peniti atau jarum pentul.
11. Pashmina Rayon
Kain ini cenderung mudah kusut, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam proses pencucian dan penyetrikaan. Meskipun begitu, pashmina rayon tetap menjadi salah satu pilihan favorit di kalangan masyarakat karena nyaman dan adem saat digunakan. Pashmina rayon merupakan jenis pashmina yang mudah menyerap air serta keringat.
Tips Memilih Warna Pashmina sesuai Undertone Kulit
Memilih warna pashmina yang tepat sesuai dengan warna kulit sangat penting untuk menunjang penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri. Dilansir dari buttonscarves.com, berikut tips memilih warna pashmina berdasarkan undertone kulit:
1. Warm Undertone
Pilih warna-warna seperti terracotta, olive, beige, cokelat, dan orange. Warna-warna ini dapat membuat kulit terlihat lebih cerah dan segar.
2. Cool Undertone
Cocok dengan warna pink, merah, hitam, serta shade bernuansa blue-ish. Warna-warna ini akan menonjolkan kesan elegan dan segar pada wajah.
3. Neutral Undertone
Beruntungnya, kamu bisa memakai warna-warna hangat maupun cool, seperti cokelat, hijau, hitam, pink, abu-abu, atau biru. Namun, sebaiknya hindari warna yang terlalu mencolok agar tetap seimbang dan harmonis dengan kulitmu.
(*)