← Beranda

10 Benda Pembawa Sial Menurut Kepercayaan Masyarakat Jawa, Sebaiknya Jangan Disimpan di Rumah!

Niko SulpriyonoKamis, 13 Maret 2025 | 01.40 WIB
Ilustrasi sial (KamranAydinov/freepik)

JawaPos.com - Masyarakat Jawa memiliki berbagai kepercayaan turun-temurun yang masih dipegang oleh sebagian orang hingga kini.

Salah satu kepercayaan tersebut adalah tentang energi yang terkandung dalam benda-benda di sekitar kita.

Dalam primbon Jawa, ada benda yang diyakini membawa keberuntungan, tetapi ada pula yang dianggap dapat mendatangkan kesialan bagi penghuni rumah.

Kepercayaan ini bukan sekadar mitos, melainkan bagian dari warisan budaya yang berakar dalam kehidupan masyarakat.

Banyak yang percaya bahwa menyimpan benda-benda tertentu dapat mengganggu keseimbangan energi dalam rumah, menyebabkan pertengkaran, kesulitan rezeki, hingga mendatangkan gangguan makhluk halus.

Lalu, benda apa saja yang dianggap dapat membawa kesialan? Berikut daftarnya yang dirangkum dari kanal YouTube NGAOS JAWA pada Rabu (12/03).

1. Cermin Retak atau Pecah

Cermin yang retak atau pecah dalam primbon Jawa dipercaya membawa kesialan bagi penghuni rumah.

Retaknya cermin sering dikaitkan dengan hubungan keluarga yang tidak harmonis, sering terjadi pertengkaran, atau bahkan perpecahan dalam rumah tangga.

Selain itu, banyak yang meyakini bahwa cermin yang pecah dapat menjadi portal bagi makhluk halus untuk masuk ke dalam rumah, sehingga energi negatif semakin kuat dan membuat suasana rumah tidak nyaman.

Selain itu, cermin yang pecah juga dianggap sebagai simbol keberuntungan yang rusak.

Sama seperti cermin yang sudah tidak bisa digunakan lagi, keberuntungan seseorang juga bisa hilang jika benda ini tetap disimpan di dalam rumah.

Bahkan, ada kepercayaan bahwa orang yang memecahkan cermin akan mengalami kesialan selama tujuh tahun berturut-turut.

Oleh karena itu, jika ada cermin yang retak atau pecah, sebaiknya segera dibuang atau diganti dengan yang baru untuk menghindari dampak negatifnya.

2. Jam Dinding Mati atau Rusak

Jam dinding bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga melambangkan perjalanan kehidupan.

Dalam kepercayaan Jawa, jam yang mati atau rusak di dalam rumah bisa menjadi pertanda buruk karena melambangkan waktu yang terhenti.

Ini bisa berarti bahwa kehidupan penghuni rumah mengalami stagnasi, baik dalam pekerjaan, keuangan, maupun hubungan sosial.

Selain itu, banyak yang percaya bahwa jam yang mati juga bisa menghambat datangnya rezeki, menyebabkan usaha yang dijalankan sulit berkembang.

Selain itu, jam yang tidak berfungsi juga diyakini dapat mengganggu keseimbangan energi dalam rumah.

Rumah yang memiliki jam mati cenderung memberikan suasana yang kurang nyaman dan bisa membuat penghuninya merasa lebih mudah stres atau tidak bersemangat.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya segera perbaiki jam yang rusak atau ganti dengan yang baru agar energi di dalam rumah tetap positif dan mengalir dengan baik.

3. Sapu yang Diletakkan Terbalik

Sapu dalam rumah memiliki makna simbolis yang cukup mendalam dalam kepercayaan masyarakat Jawa.

Jika sapu diletakkan dalam posisi terbalik, maka diyakini dapat membawa kesialan, terutama dalam hal rezeki.

Banyak yang percaya bahwa rumah yang menyimpan sapu dalam posisi terbalik akan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah dan keuangan penghuni rumah bisa menjadi tidak stabil.

Energi positif dalam rumah juga bisa terganggu, yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan seluruh anggota keluarga.

Selain masalah keuangan, sapu yang diletakkan terbalik juga sering dikaitkan dengan pertengkaran dalam rumah tangga.

Rumah yang memiliki kebiasaan menyimpan sapu secara terbalik diyakini lebih sering diwarnai konflik, baik antara suami istri maupun antar anggota keluarga lainnya.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa posisi sapu yang terbalik dapat mengundang makhluk halus masuk ke dalam rumah.

Oleh karena itu, pastikan selalu menyimpan sapu dengan rapi dan dalam posisi yang benar agar energi dalam rumah tetap baik.

4. Guci atau Barang Pecah Belah yang Retak

Barang pecah belah seperti guci, piring, atau vas bunga yang retak sering dikaitkan dengan kehidupan yang tidak utuh dalam kepercayaan Jawa.

Benda yang pecah dipercaya melambangkan keharmonisan yang terganggu dan keberuntungan yang bocor.

Jika barang ini tetap disimpan dalam rumah, maka rezeki penghuni rumah dipercaya akan mengalir keluar seperti air yang bocor dari wadah yang retak.

Selain itu, benda pecah juga bisa menciptakan suasana rumah yang tidak nyaman dan mengundang energi negatif.

Selain berdampak pada keuangan, barang pecah belah yang retak juga diyakini bisa memengaruhi hubungan antar anggota keluarga.

Rumah yang menyimpan barang pecah lebih sering mengalami pertengkaran dan kesalahpahaman yang terus berulang.

Ada juga kepercayaan bahwa benda yang retak bisa menjadi tempat tinggal makhluk halus, yang bisa mengganggu ketenangan di rumah.

Oleh karena itu, sebaiknya segera buang barang pecah belah yang sudah retak agar kehidupan dalam rumah tetap harmonis dan penuh keberuntungan.

5. Baju Lusuh atau Robek

Dalam primbon Jawa, pakaian mencerminkan kondisi pemiliknya.

Jika seseorang terus menyimpan atau mengenakan baju yang sudah lusuh dan robek, maka diyakini dapat menarik aura negatif yang berdampak pada kehidupannya.

Pakaian yang tidak layak pakai dipercaya dapat menghambat rezeki, menyebabkan kemunduran dalam karier, serta membuat seseorang mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan.

Selain itu, baju yang sudah usang juga dapat menciptakan kesan kurang baik bagi pemakainya, yang akhirnya berdampak pada kepercayaan diri dan interaksi sosialnya.

Selain itu, ada kepercayaan bahwa menyimpan baju lusuh atau robek dapat membawa energi buruk ke dalam rumah.

Baju yang sudah tidak layak pakai sering dikaitkan dengan kemalangan, kesedihan, atau bahkan menjadi tempat bersemayamnya energi negatif.

Oleh karena itu, jika ada pakaian yang sudah tidak layak digunakan, sebaiknya segera disumbangkan kepada yang membutuhkan atau dibuang agar rumah tetap memiliki energi yang bersih dan positif.

6. Sepatu atau Sandal yang Ditumpuk Sembarangan

Menurut kepercayaan primbon Jawa, menumpuk sepatu atau sandal secara sembarangan dapat membawa energi negatif ke dalam rumah.

Sepatu dan sandal yang diletakkan dalam kondisi berantakan dipercaya dapat menciptakan ketidakseimbangan energi yang berdampak pada suasana dalam rumah.

Selain itu, penataan yang tidak rapi ini juga dapat memicu konflik dan ketidakharmonisan antar anggota keluarga, membuat mereka lebih mudah emosi dan sulit mendapatkan ketenangan.

Selain itu, sepatu atau sandal yang dibiarkan berantakan juga diyakini dapat menghambat datangnya rezeki.

Energi yang tidak tertata dengan baik di dalam rumah bisa menyebabkan penghuninya mengalami berbagai kesulitan, baik dalam hal finansial maupun kehidupan sosial.

Oleh karena itu, untuk menjaga keseimbangan energi di dalam rumah, biasakan untuk menyimpan sepatu dan sandal di tempat yang rapi serta tidak menumpuknya sembarangan.

7. Payung yang Dibuka di Dalam Rumah

Membuka payung di dalam rumah mungkin terdengar sepele, tetapi menurut kepercayaan primbon Jawa, hal ini bisa membawa kesialan dan menghambat datangnya rezeki.

Payung merupakan simbol perlindungan, dan jika dibuka di dalam rumah, dipercaya dapat menciptakan energi yang menghalangi keberuntungan.

Banyak yang meyakini bahwa tindakan ini bisa membuat penghuni rumah mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan hidupnya atau merasa rezekinya tersendat.

Selain itu, membuka payung di dalam rumah juga sering dikaitkan dengan pertanda buruk.

Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa tindakan ini dapat mengundang kesialan dalam bentuk gangguan kesehatan atau masalah dalam keluarga.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya hindari membuka payung di dalam rumah dan selalu simpan payung dalam keadaan tertutup ketika tidak digunakan.

8. Boneka yang Terlalu Lama Disimpan

Boneka sering dianggap sebagai mainan biasa, tetapi dalam kepercayaan masyarakat Jawa, boneka yang terlalu lama disimpan tanpa digunakan dapat menyimpan energi negatif.

Banyak yang percaya bahwa boneka yang jarang disentuh atau diletakkan dalam posisi tertentu bisa menjadi tempat bersemayamnya makhluk halus.

Apalagi jika boneka tersebut memiliki wajah yang menyeramkan atau terlihat seperti memiliki ekspresi yang berubah-ubah.

Selain itu, boneka yang dibiarkan lama dalam kondisi kotor atau rusak juga diyakini bisa membawa energi buruk ke dalam rumah.

Penghuni rumah bisa lebih sering mengalami mimpi buruk, merasa gelisah tanpa alasan, atau mengalami ketidaknyamanan di dalam rumah.

Oleh karena itu, jika memiliki boneka yang sudah lama tidak digunakan, sebaiknya segera dibersihkan atau disingkirkan agar rumah tetap nyaman dan bebas dari energi negatif.

9. Kalender Lama yang Masih Tergantung

Kalender yang sudah tidak sesuai dengan tahun berjalan sebaiknya segera diganti atau dibuang.

Dalam primbon Jawa, menyimpan kalender lama di dalam rumah dipercaya dapat membawa kesialan dan menghambat perkembangan hidup penghuninya.

Kalender melambangkan waktu dan perjalanan kehidupan, sehingga jika kalender yang usang tetap dibiarkan tergantung, dipercaya akan membuat seseorang sulit maju dan terus mengalami kegagalan dalam mencapai tujuannya.

Selain itu, kalender lama juga bisa menciptakan suasana rumah yang tidak harmonis.

Banyak yang percaya bahwa rumah dengan kalender lama sering dipenuhi energi stagnan yang menyebabkan penghuninya mudah merasa malas, tidak produktif, atau mengalami kemunduran dalam pekerjaan dan bisnis.

Untuk menghindari hal ini, pastikan selalu mengganti kalender sesuai dengan tahun yang sedang berjalan agar energi dalam rumah tetap segar dan penuh keberuntungan.

10. Foto atau Lukisan yang Menampilkan Wajah Muram atau Menyeramkan

Foto atau lukisan yang menampilkan wajah muram, sedih, atau bahkan menyeramkan diyakini dapat membawa energi negatif ke dalam rumah.

Dalam kepercayaan primbon Jawa, gambar-gambar seperti ini bisa menarik kesialan, menciptakan suasana yang tidak nyaman, serta mengundang perasaan sedih atau kecemasan bagi penghuni rumah.

Bahkan, ada yang percaya bahwa lukisan dengan ekspresi muram dapat menjadi medium bagi makhluk halus untuk menetap di dalam rumah.

Selain itu, foto atau lukisan dengan nuansa menyeramkan juga dapat mempengaruhi psikologi penghuni rumah.

Banyak yang percaya bahwa gambar-gambar tersebut bisa menimbulkan perasaan gelisah, ketakutan tanpa sebab, atau bahkan mengundang mimpi buruk.

Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah gambar atau lukisan yang memiliki aura positif, seperti pemandangan alam, keluarga yang bahagia, atau simbol keberuntungan agar energi di dalam rumah tetap harmonis dan membawa keberuntungan bagi penghuninya.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho