← Beranda

Melihat Cara Baru Hidupkan Budaya Masyarakat Jawa di Suriname

Nurul Adriyana SalbiahSelasa, 11 September 2018 | 14.16 WIB
Masyarakat Jawa Suriname bersama kunjungan tim Universitas Indonesia dan pemerintah RI.

JawaPos.com - Masyarakat Jawa banyak yang tinggal di Suriname. Suriname adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda. Dulu Pemerintah Kerajaan Belanda sejak mengirimkan puluhan ribu orang tenaga kerja Indonesia asal Pulau Jawa ke Suriname. Meski begitu, saat ini masyarakat Jawa di Suriname terus diingatkan soal rasa kecintaan budaya Jawa yang dibawa leluhur mereka dari Indonesia.


Ahli Sastra Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Darmoko menilai saat ini budaya masyarakat Jawa di Suriname semakin luntur. Misalnya saja, pertunjukan wayang sudah jarang ditemui di Suriname.


Sebelumnya dia bersama KBRI Paramaribo terlibat salam pagelaran wayang kulit di gedung Sana Budaya Suriname pada 12 Agustus 2017. Kedatangannya ke Suriname saat itu berbarengan dengan tim penelitian yang sedang melakukan studi pendirian rumah budaya Indonesia di Suriname. Anggota tim studi terdiri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama-sama dengan Kementerian Luar Negeri, dengan mengikutsertakan Universitas Indonesia.


"Rumah budaya nantinya akan menjadi pusat untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia di Suriname dan sekaligus memfasilitasi masyarakat antar kedua negara," jelas Darmoko kepada JawaPos.com baru-baru ini.


Kunjungannya bersama UI dengan tim dari Kemendikbud dan Kemlu rupanya belum ditindaklanjuti lebih jauh. Di samping faktor anggaran biaya yang sangat besar juga kesibukan pejabat di pemerintahan yg perlu disinergikan.


Dirinya pun menyumbang gagasan tertulis saat rapat koordinasi ke-3 persiapan sidang komisi bersama (SKB) ke-5 RI-Surinane, 24 Agustus 2018 lalu. Darmoko mendukung dan memotivasi agar segera merealisasikan isu prioritas usulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait kerja sama di bidang pendidikan S2 dan S3. Kursus pendek, pertukaran mahasiswa dan dosen antar universitas terkemuka di Jawa Tengah. Terutama bagi warga Suriname keturunan Jawa.


Darmoko mendukung dan memotivasi untuk segera dilaksanakan pendirian rumah budaya Indonesia di Suriname dengan menindaklanjuti kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan. Maka dilakukan dengan progran dharmasiswa bagi warga Suriname keturunan Jawa agar mengenal, mengetahui, dan 'memiliki' kembali budaya leluhur.


"Universitas Indonesia tidak dapat merealisasikan kemungkinan pendirian prodi Jawa di Suriname karena terkait dengan pembiayaan, oleh karena itu pemerintah RI dan Suriname perlu memberikan anggaran yang memadai," katanya.


Dengan begitu pihaknya dapat merealisasikan dukungan materi pembelajaran bahasa, sastra, dan budaya Jawa terutama di sanggar-sanggar dan paguyuban budaya Jawa di Suriname. Tujuannya tentu untuk menghidupkan kembali gaya hidup dan budaya masyarakat di sana.


"Kami dapat melanjutkan pengiriman bahan-bahan pendidikan dan pengajaran yang dibutuhkan oleh warga Suriname keturunan Jawa pada sanggar-sanggar dan paguyuban-paguyuban berupa buku-buku dan naskah berbahasa Jawa dan atau berhuruf Jawa dalam bahasa Belanda maupun bahasa Inggris.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah