← Beranda

Ingin Rambut Lebih Sehat? Ini 6 Cara Mengatasi Rambut Rontok secara Alami dan Medis supaya Tidak Semakin Rusak

Pravita Windi Anatasa NitriaSabtu, 1 Maret 2025 | 01.46 WIB
Ilustrasi cara mengatasi rambut rontok (benzoix/freepik.com)

JawaPos.com - Rambut rontok sering menjadi masalah yang dikhawatirkan banyak orang. Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari faktor genetik hingga stres atau perubahan hormonal.

Akan tetapi, berbagai praktik perawatan dan langkah-langkah tertentu dapat membantu memperkuat rambut yang ada atau bahkan merangsang pertumbuhannya kembali.

Dengan perawatan yang tepat, maka kamu bisa mengurangi dampak rambut rontok dan memperoleh rambut yang lebih sehat dan kuat.

Merangkum Medical News Today, berikut ini berbagai cara mengatasi rambut rontok secara alami dan medis supaya tidak semakin rusak.

1. Diet

Mengubah pola makanmu dapat memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kesehatan rambut. Apa yang kita konsumsi secara langsung memengaruhi kondisi rambut, akibat tubuh membutuhkan berbagai nutrisi guna mendukung pertumbuhannya yang sehat.

Dengan mengatur pola makan, maka kamu bisa memberikan tubuhmu bahan-bahan yang dibutuhkan demi memperkuat rambut, meningkatkan kekuatan akar, dan mencegah kerontokan. Perubahan pola makan ini mencakup penambahan makanan yang kaya akan vitamin dan mineral penting seperti vitamin A, C, D, E, serta biotin, zinc, dan zat besi.

Selain itu, meningkatkan asupan protein berkualitas tinggi, lemak sehat, serta asam lemak omega-3, mampu membantu menjaga kelembapan alami rambut dan mengurangi kerusakan. Dengan memperbaiki pola makan, kamu tidak hanya mendukung kesehatan tubuh, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan pada kesehatan dan penampilan rambutmu.

2. Makan protein ekstra

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa beberapa partisipan yang mengalami kerontokan rambut ternyata mempunyai tingkat asupan protein dan asam amino yang rendah. Temuan ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai apakah kekurangan nutrisi tersebut benar-benar berperan dalam penyebab kerontokan rambut.

Meskipun hasil penelitian awal ini memberikan indikasi yang menarik, para peneliti menyatakan perlunya penelitian lebih lanjut untuk lebih memahami hubungan antara kekurangan nutrisi dan masalah kerontokan rambut, guna memperoleh gambaran yang lebih jelas dan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya.

3. Mengikuti diet mediterania

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2017 di Archives of Dermatological Research menemukan adanya hubungan yang menarik antara konsumsi herba dan sayuran terhadap pola makan Mediterania dengan penurunan risiko terjadinya androgenetic alopecia, atau kebotakan pola pria.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pola makan Mediterania yang kaya sayuran dan herba bisa membantu mengurangi risiko kebotakan genetik. Temuan ini memperlihatakn bahwa mengubah pola makan menjadi lebih sehat bisa menjadi langkah pencegahan terhadap kerontokan rambut pada pria.

4. Hindari diet ketat

Diet yang sangat rendah kalori sering mengurangi asupan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik, termasuk nutrisi yang penting bagi kesehatan rambut seperti protein, asam lemak, dan seng. Selain itu, meskipun diet ketat umumnya menghasilkan penurunan berat badan dalam jangka pendek, perubahan tersebut jarang memberikan hasil yang permanen.

Sebuah tinjauan literatur yang diterbitkan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa penurunan berat badan drastis akibat diet rendah kalori bisa menyebabkan kehilangan massa sel tubuh, sehingga dapat memicu kerontokan rambut. Proses ini umumnya memicu kerontokan rambut sementara yang sering terjadi ketika tubuh berupaya menyesuaikan diri dengan perubahan drastis pada pola makan dan berat badan.

5. Konsumsi obat rambut rontok

Berbagai obat mencegah kerontokan rambut tersedia dan dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah ini. Menurut tinjauan studi tahun 2019, minoxidil yang dioleskan adalah pengobatan efektif bagi alopecia androgenetik pada pria dan wanita. Minoxidil yang terkandung dalam produk seperti Rogaine, bisa dibeli tanpa resep dokter (OTC).

Tinjauan tersebut juga mengungkapkan bahwa minoxidil kadang-kadang digunakan oleh dokter demi mengatasi jenis kerontokan rambut lainnya, seperti yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Para penulis tinjauan ini menyarankan bahwa penelitian lebih lanjut mengenai minoxidil akan sangat bermanfaat untuk memahami potensi manfaatnya secara lebih mendalam.

Selain minoxidil, ada juga obat resep finasteride yang dapat dipakai dalam mengobati rambut rontok di kulit kepala. Finasteride bisa digunakan pada bentuk oral atau topikal. Sebuah uji klinis yang dilakukan di tahun 2021 menyatakan bahwa semprotan finasteride topikal secara signifikan meningkatkan jumlah rambut pada 323 pria dengan pola kebotakan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho